Sejarah Administrasi Publik
Sejarah Administrasi Publik
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang
kehidupan. Karena itu, banyak sekali definisi mengenai administrasi. Sekalipun demikian, ada
tiga unsur pokok dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda apakah sesuatu
kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak. Dari definisi administrasi yang ada, kita
dapat mengelompokkan administrasi dalam pengertian proses, tata usaha dan pemerintahan atau
adminsitrasi publik. Sebagai ilmu, administrasi mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di
antaranya adalah administrasi publik.
Administrasi publik juga mempunyai banyak sekali definisi, yang secara umum dapat
dilihat dalam Trias Politica yaitu Eksekutif, Yudikatif, dan Legislatif. Administrasi publik
meliputi semua cabang pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan publik. Terdapat
hubungan interaktif antara administrasi publik dengan lingkungan sosialnya. Di antara berbagai
unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling banyak mempengaruhi
penampilan (performance) administrasi publik.
B.
Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka masalah yang akan dibahas pada makalah ini dapat
dirumuskan sebagai berikut :
1)
2)
3)
4)
C. Tujuan
Adapun tujuan yang dapat dicapai, sesuai permasalahan di atas.
1)
Makalah ini dibuat untuk mengetahui dan memahami sejarah dan perkembangan administasi
publik hingga saat ini.
1
2)
Makalah ini dibuat untuk mengetahui paradigma administrasi negara ke administrasi publik
3)
4)
Makalah ini dibuat ntuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar ilmu administrasi negara.
D. Manfaat
1)
2)
3)
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Administrasi
Secara etimologis, istilah administrasi berasal dari bahasa inggris dari kata administration
yang bentuk infinitifnya to administer dan diartikan sebagai to manage (mengelola) atau to direct
(mengarahkan, menggerakkan). Kata administrasi juga terdapat dalam bahasa belanda yaitu
administratie yang mempunyai pengertian mencakup stelselmatige verkrijging en verwiking
vangegeven (tata usaha), bestuur (manajemen dari kegiatan organisasi), dan beheer (manajemen
darisumber daya). Istilah administrasi di Indonesia pada mulanya berasal dari Eropa Barat
(Kontinental) melalui penjajahan Belanda.
Dalam pengertian sempit kata administrasi merupakan penyusunan atau pencatatan data
dan informasi secara sistematis dengan maksud untuk menyediakan keterangan serta
memudahkan memperoleh kembali data tersebut secara keseluruhan dan dalam hubungannya
satu sama lain. Administrasi dalam arti sempit lebih tepat disebut tata usaha (clerical work, office
work).
Berikut ini definisi dari kata administrasi secara sempit.:
Kegiatan administrasi meliput pekerjaan tatausaha yang bersifat mencatat segala sesuatu
yang terjadi dalam organisasi untuk menjadi bahan keterangan bagi pimpinan (J. Wajong, 1962
dalam Studi Tentang Ilmu Administrasi, Drs. Ulbert Silalahi, MA, 2005).
Administration may be defined as the organization and direction of human and material
resources to archive desired ends (Administrasi dapat diartikan sebagai pengorganisasian dan
pengerahan sumber daya manusia dan material untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
(J.M.Pfiffner, 1954 dalam Sketsa Administrasi Publik, Drs. H. Imam Hardjanto, MAP, 2007).
3
Sesungguhnya istilah administrasi berhubungan dengan kegiatan kerja sama yang dilakukan
manusia atau sekelompok manusia sehingga tercapai tujuan yang diinginkan seperti yang
diungkapkan oleh The Liang Gie yang dikutip oleh Inu Kencana Syafiie dalam Ilmu
AdministrasiPublik, 2006.
Administrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok
yangdilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
B. Pengertian Publik
Istilah Publik berasal dari bahasa Inggris public yang berarti umum, masyarakat atau
negara dan dipakai berganti-ganti seperti public offering (penawaran umum), Public Ownership
(milik umum), public Service (pelayanan masyarakat), Public Interest (kepentingan masyarakat),
Public Authorities (otoritas negara) dan public Building (gedung negara). Kata Publik sendiri
dalam Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sejumlah manusia yang memiliki kebersamaan
berpikir, perasaan, sikap, harapan dan tindakan yang benar dan baik berdasarkan nilai-nilai yang
mereka miliki. (Inu Kencana Syafiie, 2006).
Kata publik dalam kesempatan ini, tidak langsung diartikan sebagai penduduk, masyarakat,
warganegara ataupun rakyat karena adanya perbedaan arti dari kata-kata tersebut.
C. Pengertian Sistem
Biasanya sistem diartikan orang sebagai suatu rangkaian susunan berkesinambungan yang
saling terkait, teratur dan menyeluruh (global). Atau dapat juga diartikan sebagai rangkaian
kenyataan-kenyataan, prinsip, peraturan, mulai dari perencanaan, tatacara, jalan pelaksanaan
pekerjaan sampai pada fungsinya.
Menurut Gabriel A. Almond dan Bingham G. Powell dalam Ilmu Administrasi, Inu Kencana
Syafiie, 2006 :
A system implies the interdependence of parts, and boundary between it and its environment. By
interdependence we mean than when the characteristics of one part in a system change, all the
other parts and the system as whole are affected.
Jadi, menurut Almond dan Powell ini suatu system memperlihatkan hubungan antar bagian
dan pembatasan antar bagian tersebut dengan lingkungannya. Dalam hubungan ini kita dapat
mengartikan bahwa ketika sifat khas suatu bagian dari sistem berubah, maka masing-masing
bagian maupun keseluruhan bagian lain akan ikut terpengaruh.
utamanya
dikaji
adalah
keberadaan
berbagai
organisasi
publik
atau
organisasi
pemerintah/negara.
E. Karakteristik Administrasi Publik
Berikut ini adalah karakteristik Administrasi Publik yang membedakannya dengan administrasi
niaga :
Administrasi Publik bertujuan untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada
masyarakat.
Pelayanan yang diberikan oleh administrasi publik bersifat lebih urgen.
Pelayanan yang diberikan oleh administrasi publik bersifat monopoli atau semi monopoli. Dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat administrasi publik lebih banyak berdasarkan
kebijakan publik (legalistic approach).
Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kegiatannya tidak dikendalikan oleh harga
pasar.
Administrasi negara dalam kegiatannya selalu ditujukan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat
(social walfare).
Pelaksanaan dan hasil pelayanan tergantung pada penilaian oleh masyarakat banyak dan meminta
pertanggungjawaban publik.
Sebegitu luasnya ilmu administrasi publik sehingga dapat pula mencakup ilmu-ilmu sosial
lain terutama memiliki objek materialnya negara antara lain Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik,
Hukum Tata Negara dan Ilmu Negara sendiri serta Ilmu Filsafat yang menjadi sumber keilmuan.
Gambar berikut menjelaskan hubungan antara ilmu administrasi publik dengan ilmu-ilmu
kenegaraan yang lain :
Ilmu Politik Fokus : Kekuasaan Ilmu Pemerintahan Fokus : Gejala Pemerintahan
Ilmu Negara Fokus : Konstitusi Ilmu Administrasi Publik Fokus : Pelayanan Ilmu
Hukum Tata Negara Fokus : Peraturan Negara
2.
manusia melakukan kerjasama, baik secara individual maupun secara organisasi. Itu sebabnya
dikatakan bahwa dunia modern adalah dunianya kerjasama, sebab tanpa melakukan kerjasama,
tiap individu, organisasi bahkan negara dan pemerintahan tidak akan dapat survive. Meskipun
aktivitas kerjasama sudah ada sejak adanya peradapan manusia namun pada zaman sekarang ini
bentuk kerjasama tersebut semakin menunjukan kompleksivitas dan menyangkut hampir semua
aspek kehidupan dan memerlukan sistem administrasian yang kompleks .
Ada kecenderungan dalam masyarakat luas di Indonesia, bahwa administrasi dipersepsikan
dalam pengertian yang sempit sebagai aktivitas-aktivitas kantor, urusan surat-menyurat yang
sering juga di sebut dengan tata usaha. Tetapi pada kajian ilmiah menunjukkan bahwa
administrasi memiliki cakupan arti yang luas, yaitu sebagai proses, sebagai fungsi dan sebagai
institusi dari tiap kegiatan kerjasama. Secara definitif juga dengan tegas dinyatakan bahwa
administrasi adalah organisasi dan manajemen dari setiap kerjasama untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan.
Demikian pula dalam penyelenggaran suatu negara dan pemerintahan tentu saja diperlukan
suatu sistem administrasi yang sangat kompleks yang sering disebut dengan Administrasi
Negara. Sejalan dengan perkembangannya, istilah Negara digantikan dengan Publik untuk
menekankan bahwa administrasi tersebut bertujuan untuk pelayanan publik (Public Service).
Sejarah Sistem Administrasi Publik Republik Indonesia (SAPRI) dimulai dengan
diproklamirkannya kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus tahun 1945. Sejak itu berbagai
perubahan Sistem Administrasi Publik telah kita lalui mulai kepemimpinan Ir. Sukarno selaku
Presiden RI Pertama hingga masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini.
Perkembangan Sistem Administrasi Publik yang diterapkan di Indonesia pada tahun 1950- an
dan dikenal dengan nama Sistem Demokrasi Liberal.
3.
Paradigma dikotomi antara politik dan administrasi publik dengan tokoh-tokohnya seperti Frank
J. Goodnow dan Leonard D White.
Menurut pendapat tokoh diatas, fungsi politik ada kaitannya dengan pembuatan
kebijakan publik. Sedangkan fungsi administrasi berkenaan dengan pelaksanaan
kebijakan tersebut.
b.
d.
Paradigma hubungan kemanusiaan dengan tokoh-tokohnya Rensis Likert, Daniel Katz, dan
Robert Kahn.
e.
Paradigma pilihan masyarakat umum dengan tokoh-tokohnya Vincent Ostrom, James Buchanan
dan Gordon Tullock.
f.
Paradigma administrasi publik baru dengan tokoh-tokohnya Frank Marini dan George H.
Frederickson.
Paradigma ini menganggap administrasi publik sebelumnya kurang perhatian terhadap
perubahan sosial dan kurang memperhatikan tuntutan kebutuhan publik. Pada saat ini telah
berkembang Administrasi Publik yang menekankan pada pendekatan manajemen baru
berorientasi pada pencapaian tujuan (goal governance) untuk memecahkan masalah-masalah
publik dan populer dengan istilah Reinventing Government dan Good Governance.
Paradigma baru ini berusaha menghilangkan praktek birokrasi yang terlalu hierarkis dan
menyebabkan biaya operasional tinggi (high cost economy)
4.
Pembangunan administrasi negara sebagai bagian dari pembangunan nasional, disampaikan dalam
pengukuhan Guru Besar Prof. Soempono Djowadono.
Menterjemahkan public administration menjadi administrasi negara tidak bisa dikatakan salah
melainkan sesuai dengan suasana lingkungan yang sedang dihadapi oleh administrasi negara di
Indonesia.
a.
Public
Administration
diterjemahkan
administrasi
negara
sebagai
perwujudan perhatiannya pada kegiatan negara akan tetapi pelaksanaan administrasi negara
itu ditujukan untuk kepentingan publik/masyarakat. Dengan demikian perhatian utama dari
administrasi negara adalah kepentingan masyarakat (Prof. Soempono).
Leonald D. White : Besarnya administrasi negara dan luasnya kegiatannya tergantung
pada harapan-harapan rakyat akan jasa-jasanya untuk menyelenggarakan atau melindungi
kepentingan-kepentingannya.
b.
Revitalisasi sektor Public menghadapi Keterbukaan Ekonomi dan Demokratisasi Politik (Pidato
Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Sofian Effendi, MPIA).
Intinya mengenai reformasi sektor publik yang dalam literatur administrasi
dinamakan dengan reformasi administrasi (Caiden, 1991), Reinventing Government
(Osborne&Gaebler, 1993) atau Government Renewal (Government Canada, 1990).
Woodrow Wilson, dgn tulisan The Studi Of Public Administration (Jurnal Political Science
Quarterly edisi Juli 1887) yg dipandang sebagai Tonggak kelahiran Ilmu Administrasi
Negara Modern, melalui tulisan ini memberikan kritik yang tajam terhadap sistem
administrasi negara Amerika Serikat yang telah usang karena didasarkan pada Spoil Sistem
10
sering
tidak
sepenuhnya
dapat
digunakan
11
untuk
Apakah Ilmu Administrasi Publik itu adalah bagian dari Ilmu Administrasi dan
Ilmu Politik?
5.
penyimpangan yang terjadi dalam masa pemerintahan yang lalu karena didukung oleh
sistem administrasi yang berbentuk sketsa tersebut. Administrasi pemerintahan sengaja
dibuat tidak baik dan kacau, agar penyimpangan itu bisa berjalan dan tidak bisa diketahui
dan dikontrol oleh rakyat.
Kutipan cerita sepenggal tentang pelukis Belgia itu dimaksudkan untuk memberikan
kesan kepada kita bahwa Ilmu Administrasi Publik tidak hanya terbatas pada gambar saja
melainkan suatu disiplin ilmu yang bisa meminjam istilahnya Peter Senge (1990) putting the
ideas into practice.
Administrasi publik sangat perhatian terhadap terwujudnya tata kepemerintahan yang
demokratis dan amanah. Oleh karena itu, peran Ilmu administrasi publik (negara) di masamasa yang akan datang sangat tergantung bagaiman kemampuan ilmuwan dibidang ini
untuk mengembangkan konsep-konsep baru dalam mewujudkan tata kepemerintahan
tersebut.
BAB VI
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Administrasi Publik (Inggris: Public Administration) atau Administrasi Negara adalah
suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari tiga elemen penting kehidupan bernegara yang
meliputi lembaga legislatif, yudikatif, dan eksekutif serta hal- hal yang berkaitan dengan
publik yang meliputi kebijakan publik, manajemen publik, administrasi pembangunan,
tujuan negara, dan etika yang mengatur penyelenggara negara.
Paradigma dalam Administrasi Publik
13
1)
Paradigma dikotomi antara politik dan administrasi publik dengan tokoh-tokohnya seperti Frank
J. Goodnow dan Leonard D White.
2)
3)
4)
Paradigma hubungan kemanusiaan dengan tokoh-tokohnya Rensis Likert, Daniel Katz, dan
Robert Kahn.
5)
Paradigma pilihan masyarakat umum dengan tokoh-tokohnya Vincent Ostrom, James Buchanan
dan Gordon Tullock.
6)
Paradigma administrasi publik baru dengan tokoh-tokohnya Frank Marini dan George H.
Frederickson.
Pergeseran paradigma administrasi negara ke administrasi publik akan tergambarkan dalam
pidato pengukuhan Guru Besar Ilmu Administrasi Negara UGM sebagai berikut :
1)
2)
3)
Demokrasi dalam Birokrasi Pemerintah Peran Kontrol Rakyat dan Netralitas Birokrasi
(Pengukuhan Guru Besar Prof. Miftah Thoha).
4)
5)
Peran Ilmu administrasi publik (negara) di masa-masa yang akan datang sangat tergantung
bagaiman kemampuan ilmuwan dibidang ini untuk mengembangkan konsep-konsep baru
dalam mewujudkan tata kepemerintahan tersebut.
14
B.
SARAN
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat
kekurangan dan kelemahan, baik dalam penulisan, dan materi yang penulis sajikan, untuk itu,
penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna sebagai bahan introveksi
penulis untuk makalah yang yang akan datang
15
DAFTAR PUSTAKA
Miftah,Thoha,2008. Ilmu Administrasi Publik Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Anggara, Sahya. 2012. Ilmu Administrasi Negara. Bandung: Pustaka Setia,
Silalahi, Ulbert. 2011. Stidi Tentang Ilmu Administrasi Negara.Bandung: Sinar Baru Algesindo
http://leopoldachapter2.blogspot.com/2009/07/sejarah-pemikiran-administrasi-negara.html
http://id.w ikipedia.org/wiki/ Administrasi publik
http://www.slideshare.net/taufin/sejarah-perkembangan-administrasi-publik-di indonesia
http://birokrasi.kompasiana.com/2013/12/29/ilmu-administrasi-negara-620503.html
16
terkesan sederhana karena hanya menyangkut masalah nama (label). Namun, lebih dari itu,
perkembangan dan dinamika ini memiliki akar filosofis dan historis yang panjang serta layak
untuk dianalisis karena berkaitan dengan identitas administrasi negara Indonesia itu sendiri.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Administrasi
Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang
kehidupan. Karena itu, banyak sekali definisi mengenai administrasi. Sekalipun demikian, ada
tiga unsur pokok dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda apakah sesuatu
kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak.
Dari definisi administrasi yang ada, kita dapat mengelompokkan administrasi dalam
pengertian proses, tata usaha dan pemerintahan atau administrasi negara. Sebagai ilmu,
administrasi mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di antaranya adalah administrasi
negara.
Administrasi negara juga mempunyai banyak sekali definisi, yang secara umum dapat dibagi
dalam dua kategori. Pertama, definisi yang melihat administrasi negara hanya dalam lingkungan
lembaga eksekutif saja. Dan kedua, definisi yang melihat cakupan administrasi negara meliputi
semua cabang pemerintahan dan hal-hal yang berkaitan dengan publik.
Terdapat hubungan interaktif antara administrasi negara dengan lingkungan sosialnya. Di
antara berbagai unsur lingkungan sosial, unsur budaya merupakan unsur yang paling banyak
mempengaruhi penampilan (performance) administrasi negara.
2. Sejarah Pertumbuhan Administrasi Negara
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa terdapat tali sejarah yang merakit
perkembangan administrasi negara. Apa yang dicapai dan diberikan oleh administrasi negara
sekarang, tidak lepas dari upaya-upaya yang tidak kenal lelah yang telah dilakukan oleh para
peletak dasar dan pembentuk administrasi yang dahulu. Administrasi modern penuh dengan
usaha untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala kegiatannya untuk
mewujudkan kemakmuran dan melayani kepentingan umum. Karena itu, administrasi negara
18
tidak dipandang sebagai administrasi "of the public", tetapi sebaliknya adalah administrasi for
the public".
Ide ini sebenarnya bukanlah baru. Orientasi semacam ini telah dicanangkan dengan jelas
dalam ajaran Confusius dan dalam "Pidato Pemakaman" Pericles, bahkan dalam kehidupan
bangsa Mesir kuno. Bukti - bukti sejarah dengan jelas membuktikan upaya-upaya yang
sistematis, yang dikobarkan oleh tokoh-tokoh seperti Cicero dan Casiodorus. Selama abad ke-16
- 18 tonggak kemapanan administrasi negara Jerman dan Austria telah dipancangkan oleh kaum
Kameralis yang memandang administrasi sebagai teknologi. Administrasi negara juga
memperoleh
perhatian
penting
di Amerika,
terutama
setelah
negara
ini
merdeka.
Apa yang dikemukakan oleh Cicero dalam De Officiis misalnya, dapat ditemukan dalam kode
etik publik dari kerajaan-kerajaan lama. Hal yang umum muncul di antara mereka adalah adanya
harapan agar administrasi negara melakukan kegiatan demi kepentingan umum dan selalu
mengembangkan kemakmuran rakyat. Dengan kata lain, administrasi negara tidak seharusnya
mengeruk kantong kantornya (korupsi) demi kepentingan dirinya sendiri.
3. Sejarah Pemikiran Administrasi Negara Di Indonesia: Konsep-Konsep Perubahan
Wajah administasi suatu negara merupakan produk dari sistem politik, posisi perkembangan
ekonomi dan sosial dari negara yang bersangkutan, di samping sebaliknya dalam banyak hal
administrasi negara juga menentukan penampilan sistem politik, perkembangan ekonomi dan
kualitas sosial negara itu. Oleh karena itu seharusnya diskusi tentang sejarah administrasi negara
Republik Indonesia ini dilakukan di tengah-tengah dan bersamaan dengan pembahasan tentang
sejarah pemerintahan dan politik. Tetapi penulis berpendapat bahwa jika cara itu ditempuh, maka
pembaca akan dituntut untuk menyerap terlalu banyak tema informasi sekaligus sehingga
menyulitkan penyerapan dan pemahamannya. Atas dasar itu "sejarah" administrasi RI disajikan
dalam bab tersendiri di sini. Namun harus dicatat, bahwa karena konsep-konsep perubahan,
penyempurnaan, modernisasi atau reformasi administrasi dipraktikkan oleh hampir semua
pemerintahan, maka uraian tentang konsep-konsep ini tidak dapat dipandang sebagai
perkembangan praktik yang linear dari administrasi negara RI melainkan lebih banyak menunjuk
pada perkembangan popularitas konsep itu di kalangan para pejabat dan ilmuwan administrasi.
Menurut bacaan penulis, istilah yang digunakan oleh pejabat dan ilmuwan kita secara berturutturut adalah: rasionalisasi administrasi, administrasi pembangunan, penyempurnaan administrasi,
reformasi administrasi, dan pembaharuan atau modernisasi administrasi. Model, konsep atau
19
istilah ini sudah mulai dikenal pada fase pendahulunya dan biasanya masih pula dipakai pada
fase sesudahnya. Dengan kata lain, penggunaan atau penerapan suatu model tidak berarti
hilangnya model yang lain, atau tidak berlebihan jika dikatakan bahwa apa yang dimaksudkan
"model" di bawah ini sebenarnya hanyalah "mode" penggunaan istilah --dengan nama yang
berbeda memiliki esensi yang sama.
4. Perkembangan Administrasi Negara di Indonesia dilihat dari Aspek Iptek
Aspek kognitif dan komunikasi manusia, karena penggunaanya tetap manusia dan perangkat
indonesia saat ini sedang membangun dan kemajuan iptek dari negara lain juga sedang
mempengarhui secara deras perkembangan iptek di indonesia. pegawai administrasi, bahkan
seorang insinyur sipil yang menggunakan program mempunyai kesempatan luas pada industri
yang berbasiskan iptek, sektor jasa dan pertanian. selanjutnya bila dilihat dari segi neraca
perdagangan kedua negara, dalam semua hal yang berkaitan dengan kebijakan dan administrasi.
dan dijadikan salah satu aspek utama dalam pembangunan pertanian di india.
5. Perkembangan Ilmu Administrasi Negara Di Indonesia
Perkembangan Ilmu Administrasi Negara di Indonesia
Ilmu Administrasi pada Waktu Pemerintahan Hindia Belanda dan Pengaruh Administrasi Militer
1. Penggunaan istilah administrasi di bidang pemerintahan pada pemerintahan Hindia Belanda.
2. Pembagian wilayah administrasi.
3. Lembaga-lembaga pemerintah Hindia Belanda.
4. Susunan organisasi pemerintah Hindia Belanda.
5. Daerah-daerah Otonom.
6. Istilah administrasi di bidang hukum dan di bidang perekonomian.
7. Pengaruh Administrasi Militair pada waktu Perang Dunia II.
Perkembangan Administrasi sesudah Kemerdekaan Praktik-praktik administrasi yang
dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, baik di bidang Pemerintahan, Hukum dan
Perekonomian. Namun praktik-praktik administrasi tersebut, dimonopoli oleh orang-orang
Belanda. Sehingga ilmu Administrasi kenyataannya menjadi milik bangsa penjajah. Orang-orang
Indonesia hanya sekedar sebagai pelaksana saja. Mereka pada umumnya hanya memiliki pangkat
sebagai Mandor/Krani, Juru Tulis (Klerk), sehingga mereka hanya mengenal arti administrasi
dalam arti sempit. Pengaruh keberhasilan Administrasi Militer pada Perang Dunia II,
20
Upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol dalam usaha menyelamatkan industri pertambangan
yang mengalami kemunduran.
2.
Alasan diperlukan latihan dan teori Administrasi, serta upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol
untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
3.
Alasan diperlukan pengajaran Administrasi yang bersitat umum, menurut Henry Fayol.
4.
5.
Upaya yang dianjurkan oleh Henry Fayol untuk mengembangkan teori administrasi. Hasil
Penelitian Henry Fayol 1.
BAB III
PENUTUP
22
Kesimpulan
Teori dan konsep administrasi negara telah berkembang dengan pesat. Dari segi
keilmuwan, wacana keilmuwan administrasi negara di beberapa negara maju dan di Indonesia
mengalami dinamika yang sangat intens. Namun, kita masih banyak mencaplok teori-teori dari
luar untuk membentuk teori. Salah satu teori administrasi negara yang menjadi mainstream
adalah teori kebijakan publik. Teori kebijakan publik mengajarkan cara merumuskan kebijakan
publik yang baik dan benar. Dalam merumuskan kebijakan publik, peran analisis kebijakan
sangat vital dalam memilih alternatif kebijakan yang memiliki manfaat yang paing tinggi.
Sebagai upaya membentuk kemandirian dan identitas administrasi negara di Indonesia sudah
saatnya akademisi administrasi negara menggali nilai-nilai lokal yang berkembang di Indonesia
guna merancang teori yang mencerminkan identitas kita sebagai bangsa.
DAFTAR PUSTAKA
23
Cleland, David I., dan King, William R. (1975). Systems Analysis and Project Management.
New York: Mc Graw-Hill Inc.
Purwanto, Erwan Agus. 2005. Pelayanan Publik Partisipatif . Mewujudkan Good Governance
melalui Pelayanan Publik. Editor: Agus Dwiyanto. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
http://ollinecamouflage.blog.com/2010/05/24/perkembangan-administrasi-negara-di-indonesia/
http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?option=com_content&view=article&id=88:adpu4130-pengantar-ilmu-administrasi-negara&Itemid=74&catid=29:fisip
http://bloggers.com/talk/perkembangan-administrasi-negara-di-indonesia
http://okiisnaenimaharani.blog.com/2010/06/03/perkembangan-ilmu-administrasi-negara-diindonesia/
24