100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan6 halaman

Nasi Tumpeng Seni

Nasi tumpeng adalah sajian nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi lauk pauk dan sayuran. Bentuknya berasal dari mitologi Hindu dan melambangkan gunung suci serta kemakmuran. Nasi tumpeng dibuat dalam berbagai upacara dan perayaan sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diterima.

Diunggah oleh

Gie Kamikaze
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan6 halaman

Nasi Tumpeng Seni

Nasi tumpeng adalah sajian nasi berbentuk kerucut yang dikelilingi lauk pauk dan sayuran. Bentuknya berasal dari mitologi Hindu dan melambangkan gunung suci serta kemakmuran. Nasi tumpeng dibuat dalam berbagai upacara dan perayaan sebagai ungkapan syukur atas berkah yang diterima.

Diunggah oleh

Gie Kamikaze
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

NASI TUMPENG

A. Asal Mula Nasi Tumpeng


Nasi tumpeng atau yang lebih dikenal dengan nama tumpengan
merupakan sajian nasi kerucut yang berwarna kuning atau putih yang dikelilingi
dengan berbagai lauk pauk dan sayuran yang diletakkan diatas tampah. Sajian nasi
tumpeng penuh dengan syarat dan ajaran tentang makna hidup. Tumpeng yang
menyerupai gunung menggambarkan kemakmuran yang sejati. Dalam ritual Jawa,
tumpeng dibuat dari nasi kuning, nasi putih atau nasi uduk dengan bentuk seperti
gunung suci Mahameru yang dipercaya sebagai tempat bersemayam para dewadewi. Asal muasal bentuk tumpeng ini ada dalam mitologi Hindu, di epos
Mahabarata. Disisi lain, bentuk ini juga menyiratkan harapan agar kualitas hidup
manusia terus meningkat. Lauk pauk yang ada disekeliling nasi juga
menyimbolkan akan ekosistem kehidupan alam.
B. Filosofi Nasi Tumpeng
Nasi tumpeng merupakan salah satu warisan kebudayaan dari nenek
moyang yang saat ini masih dilestarikan dan ada disetiap perayaan khusus baik
yang sifatnya simbolik maupun ritual seperti dalam perayaan kenduri, syukuran,
slametan, kelahiran atau acara yang lebih komunal, semisal sekatenan dan bersih
desa. Selain dalam upacara adat, tumpeng juga biasa disajikan dalam perayaan
atau kenduri artinya wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha
Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya, dan biasanya potongan
pertama tumpeng dipotong setelah pembacaan doa dan diberikan kepada orang
penting, terhormat dan yang paling berpengaruh dalam acara tersebut sebagai
ungkapan rasa hormat.
Makna dan nilai filosofi khusus juga terkandung dalam warna nasi
tumpeng. Nasi putih melambangkan kesucian, sementara warna kuning
melambangkan kekayaan dan moral yang luhur. Bentuknya yang kerucut
terinspirasi dari gunung suci Mahameru yang dipercaya sebagai tempat
bersemayamnya para dewa dan dewi. Ada juga yang meyakini bahwa bentuk

gunungan atau kerucut tersebut melambangkan tangan merapat yang sedang


menyembah tuhan, atau juga diartikan sebagai harapan agar kesejahteraan hidup
semakin naik dan tinggi.
C. Macam-macam Nasi Tumpeng
Dilihat dari jenisnya, ada beragam nasi tumpeng yang sering hadir dalam
beberapa perayaan, diantaranya :
1. Tumpeng Robyong.
Nasi tumpeng yang cukup familiar di masyarakat adalah tumpeng
Robyong. Tumpeng tersebut merupakan tumpeng yang dibuat dari nasi
putih lengkap dengan lauk dan sayur sebagai pelengkapnya. Tumpeng
Robyong biasanya sering ditemui di acara pernikahan adat Jawa, yakni
ketika siraman calon pengantin. Puncak tumpeng Robyong diisi telur
ayam rebus, bawang merah, terasi, dan cabai merah yang disusun
berurutan. Cabai merah diletakkan disususnan paling akhir.
2. Tumpeng Pungkur.
Selain untuk prosesi pernikahan, ada juga tumpeng yang
disuguhkan saat peringatan kematian yang disebut dengan tumpeng
Pungkur biasanya disajikan ketika upacara kematian pria atau perempuan
lajang. Bentuk tumpeng Pungkur terbilang sederhana, yakni nasi
tumpeng

dibelah

menjadi

dua

bagian

dan

diletakkan

saling

membelakangi. Selain nasi, lauk pauk yang menjadi penghias tumpeng


itu juga memiliki aturan tradisional sendiri. Unsur pertama adalah unsur
dari dalam tanah seperti kentang, ubi, kacang tanah, dan kedelai. Unsur
kedua merupakan unsur dari atas tanah yakni sayur-sayuran. Unsur ketiga
berasal dari hewan berupa ayam, daging sapi, dan telur. Unsur terakhir
berupa unsur dari laut, berupa aneka hasil laut, seperti ikan asin dan
udang. Kesemua unsur itu dipandang sebagai wujud perwakilan semua
hal yang dimiliki manusia untuk dipersembahkan kepada Tuhan Yang
Maha Kuasa.
3. Tumpeng Nujuh Bulan.

Seperti namanya tumpeng ini disajikan pada syukuran kehamilan


tujuh bulan. Terbuat dari nasi putih dan terdiri dari 7 gunungan/tumpeng.
Satu tumpeng besar di tengah kemudian dikelilingi enam buah tumpeng
kecil.
D. Fungsi Nasi Tumpeng
Nasi tumpeng memang memiliki fungsi yang bermacam-macam. Ada yang
memperlakukannya sebagai sesajen ada juga yang menganggapnya hanya sebagai
simbolis. Selain itu juga ada yang beranggapan tumpeng benar-benar memperoleh
kontak fisik dengan roh halus, dan karenanya dianggap memperoleh kekuatan
supernatural sendiri. Hanya beberapa orang tertentu yang boleh memakannya,
sementara yang lain hanya boleh menyimpannya sebagai jimat jamuran.
E. Cara Membuat Nasi Tumpeng
1. Bahan dan bumbu
- 2 liter beras putih
- 200 gram beras ketan
- 1500 ml santan kental
- 5 cm kunyit, kupas dan haluskan
- 4 lembar daun salam
- 1 lembar daun pandan
- 4 batang serai, memarkan
- 2 sdt air perasan jeruk nipis
- garam secukupnya
2. Cara membuat
a) Campur terlebih dahulu beras ketan dan beras putih, cuci dan
bersihkan. Setelah itu tiriskan dan kukus setengah matang.
b) Canpurkan santan dan kunyit, lalu saring, buang ampasnya. Kemudian
masak dengan pandan, serai dan daun salam. Masukkan garam dan
masak terus sampai mendidih, setelah itu matikan api.
c) Selanjutnya masukkan beras hasil kukusan yang setengah matang ke
dalam air santan, lalu aduk sampai merata.
d) Biarkan sampai santan meresap dan airnya surut, atau hingga beras
menjadi seperti aron.
e) Setelah itu tuang air perasan jeruk nipis dan aduk sampai merata
f) Langkah terakhir kukus beras yang sudah dicampurkan dengan semua
bahan hingga 20 menit.
g) Setelah nasi masak sempurna, kemudian cetak nasi menggunakan
cetakan tumpeng, dalam pencentakan tumpeng sebaiknya alasi dengan
3

daun pisang terlebih dahulu pada ujung tumpeng yang lancip lalu
poles dengan minyak sayur secukupnya.
F. Estetika Nasi Tumpeng
Tampilan masakan ini adalah nasi berbentuk kerucut tersebut di tengah
wadah kemudian dikelilingi dengan aneka lauk. Tumpeng biasanya disajikan
diatas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi dengan
daun pisang. Penataan dan penggunaan lauknya pun memiliki aturan tertentu dan
tidak boleh sembarangan. Pemilihan lauk juga didasari oleh kebijaksanaan yang
didapat dengan belajar dari alam dan menyimbolkan isi dari alam ini. Secara
keseluruhan nasi tumpeng merupakan simbol ekosistem kehidupan.

LAMPIRAN
1. Tumpeng Nasi Kuning

2. Tumpeng Nasi Putih

3. Tumpeng Pungkur

4. Tumpeng Nujuh Bulan

Anda mungkin juga menyukai