A.
Konsep Profesi dalam Pendidikan
Istilah profesi berasal dari bahasa Inggris proffesion yang berakar dari bahasa
latin profesus dengan kandungan arti mengakui atau menyatakan mampu atau ahli dalam
suatu bentuk pekerjaan. Definisi profession sendiri adalah A calling requiring
specialized knowledge and often long and intensive academic preparation. Yang
memiliki arti sebuah pekerjaan yang mensyaratkan pengetahuan terspesialisasi dan
keseringannya masyarakat persiapan akademik yang lama dan intensif ( Achmad Sanusi,
dkk 1981:18). Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian dari
para anggotanya. Artinya, jabatan atau pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang
orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan
itu.
Professional menunjuk pada dua hal. Pertama, professional yang berarti orang
yang menyandang suatu profesi, misalnya : Dia itu seorang professional. Kedua,
professional berarti penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai
dengan profesinya.
Profesionalisme menunjukan kepada komitmen para anggota uatu profesi untuk
meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus mengembangkan strategi
strategi yang digunakan dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya.
Profesionalitas menunjuk kepada sikap para anggota profeis terhadap profesinya,
serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan
pekerjannya.
Profesionalisasi menunjuk kepada proses proses peningkatan kualifikasi
maupun kemampuan para anggota profesi dalam mencapai kriteria yang sadar dalam
penampilannya sebagai anggota suatu profesi. Atau dapat juga dikatakan profesionalisasi
merupakan serangkaian proses pengembangan professional baik dilakukan melalui
pendidikan/latihan
sebelum
memangku
jabatan
maupun
setelah
memangku
jabatan/dalam jabatan
B. Perlunya Profesionalisasi dalam pendidikan
Apakah ada dalam kaitannya dengan pekerjaan mendidik itu perlu adanya
profesionalisasi ? (Achmad Sanusi, dkk 1991:24) mengemukakan bahwa ada sejumlah
asumsi yang melandasi pekerjaan mendidik sebagai suatu profesi ini perlu adanya
profesionalisasi dalam pendidikan. Asumsi asumsi tersebut, adalah sebagai berikut :
1. Subyek pendidikan adalah manusia dengan potensinya untuk berkembang.
Oleh karena itu pendidikan dilandasi oleh nilai nilai kemanusiaan dan
pendidikan menghargai martabat manusia yang memiliki kemauan,
pengethuan, dan perasaan.
2. Dalam melakukan aktivitasnya, pendidikan dilakukan secara sadar dan
bertujuan. Karena ada unsur tujuan ini, maka pendidikan menjadi
normative, diikat oleh norma norma dan nilai nilai, baik yang bersifat
universal maupun yang nasional atau local, yang kesemuanya itu menjadi
acuan pelaku pendidikan, yaitu pendidik, peserta didik, dan pengelola
pendidikan itu.
3. Karena yang dihadapi oleh pendidikan adalah manusia dengan segala teka
tekinya, maka teori teori pendidikan yang merupakan jawaban tentang
bagaimana seharusnya pendidikan dilakukan.
4. Dalam memandang manusia, pendidikan bertolak dari asumsi yang positif
tentang potensi manusia. Potensi yang baik itulah yang harus
dikembangkan, yang oleh Norton (1977) disebut dengan daimon, yaitu
suatu potensi yang unggul pada diri manusia. (a potential excellence in
personhood).
5. Inti pendidikan terjadi dalam prosesnya, yaitu situasi pendidikan yang
memungkinkan terjadi dialog antara pendidik dan terdidik. Dialog
memungkinkan terdidik untuk tumbuh kearah tujuan yang dikehendaki
oleh pendidik yang selaras dengan nilai nilai yang dijunjung tinggi oleh
masyarakat.
6. Tujuan utama pendidikan terletak pada dimensi intrinsiknya, yakni
menjadikan manusia sebagai manusia yang baik, yang dalam tujuan
pendidikan nasional digambarkan sebagai manusia yang beriman,
bertaqwa, berbudi luhur dan seterusnya. Karena pendidikan tidak
berlangsung dalam kevakuman dari tuntunan masyarakat, maka dari segi
tujuannya pendidikan juga mengemban misi instrumental, yakni
merupakan alat untuk perubahan atau alat untuk mencapai sesuatu.
Karena asumsi asumsi dan karakteristik karakteristik pekerjaan kependidikan
seperti itu, diperlukan upaya upaya yang sistematis dan intensif untuk senantiasa
mementingkan profesionalitas pendidik dan pengelolaannya. Dengan kata lain,
profesionalisasi dalam pendidikan sangat diperlukan.