Konfigurasi Guidance Wilayah Indonesia

Guidance adalah salah satu aplikasi yang saya gunakan untuk pengingat sholat pada MacBook. Berikut konfigurasi untuk wilayah Indonesia, pada Tab Prayer Times, untuk Asr Setting:

Screen Shot 2018-07-31 at 3.01.53 PM

Kemudian pada Tab Advance, Manual Prayer Time Adjustments:

Screen Shot 2018-07-31 at 3.01.37 PM

Agar bisa deteksi lokasi, maka aktifkan Enable Location Services pada System Preference untuk aplikasi Guidance:

Screen Shot 2018-07-31 at 4.09.59 PM

Sekian, Selamat mencoba.

BBM Naik Jangan Panik

HARGA BBM NAIK … JANGAN PANIK ::

Disebutkan dalam riwayat bahwa di zaman sahabat
pernah terjadi kenaikan harga. Mereka pun mendatangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menyampaikan
masalahnya. Mereka mengatakan,

ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻏﻼ ﺍﻟﺴﻌﺮ ﻓﺴﻌﺮ ﻟﻨﺎ

“Wahai Rasulullah, harga-harga barang banyak yang naik,
maka tetapkan keputusan yang mengatur harga barang.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﻤﺴﻌﺮ ﺍﻟﻘﺎﺑﺾ ﺍﻟﺒﺎﺳﻂ ﺍﻟﺮﺍﺯﻕ ﻭﺇﻧﻲ ﻵﺭﺟﻮ ﺃﻥ ﺃﻟﻘﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻴﺲ ﺃﺣﺪ ﻣﻨﻜﻢ ﻳﻄﻠﺒﻨﻲ ﺑﻤﻈﻠﻤﺔ ﻓﻲ ﺩﻡ ﺃﻭ ﻣﺎﻝ

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menetapkan
harga, yang menyempitkan dan melapangkan rezeki,
Sang Pemberi rezeki. Sementara aku berharap bisa
berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang
pun dari kalian yang menuntutku disebabkan kezalimanku
dalam urusan darah maupun harta.” (HR. Ahmad, Abu
Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

Dengan memahami hal ini, setidaknya kita berusaha
mengedepankan sikap tunduk kepada takdir, dalam arti
tidak terlalu bingung dalam menghadapi kenaikan harga,
apalagi harus stres atau bahkan bunuh diri. Semua sikap
ini bukan solusi, tapi justru menambah beban dan
memperparah keadaan.

Jatah rezeki yang Allah tetapkan tidak akan bertambah
maupun berkurang. Meskipun, masyarakat Indonesia
diguncang dengan kenaikan harga barang, itu sama
sekali tidak akan menggeser jatah rezeki mereka.
Allah menyatakan,

ﻭَﻟَﻮْ ﺑَﺴَﻂَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ ﻟَﺒَﻐَﻮْﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻳُﻨَﺰِّﻝُ ﺑِﻘَﺪَﺭٍ ﻣَﺎ
ﻳَﺸَﺎﺀُ ﺇِﻧَّﻪُ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑَﺼِﻴﺮٌ

“Andaikan Allah melapangkan rezeki kepada hamba-
hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di
muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang
dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia
Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi
Maha Melihat.” (QS. As-Syura: 27)

Ibnu Katsir mengatakan,
ﺃﻱ : ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺮﺯﻗﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻣﺎ ﻳﺨﺘﺎﺭﻩ ﻣﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﺻﻼﺣﻬﻢ، ﻭﻫﻮ
ﺃﻋﻠﻢ ﺑﺬﻟﻚ ﻓﻴﻐﻨﻲ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﺤﻖ ﺍﻟﻐﻨﻰ، ﻭﻳﻔﻘﺮ ﻣﻦ ﻳﺴﺘﺤﻖ ﺍﻟﻔﻘﺮ .

“Maksud ayat, Allah memberi rezeki mereka sesuai
dengan apa yang Allah pilihkan, yang mengandung
maslahat bagi mereka. Dan Allah Maha Tahu hal itu,
sehingga Allah memberikan kekayaan kepada orang yang
layak untuk kaya, dan Allah menjadikan miskin sebagian
orang yang layak untuk miskin.” (Tafsir Alquran al-Adzim,
7:206)

Jaga shalat, semahal apapun harga pangan, Allah
menjamin rizki anda,
Allah berfirman,

ﻭَﺃْﻣُﺮْ ﺃَﻫْﻠَﻚَ ﺑِﺎﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﺍﺻْﻄَﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻟَﺎ ﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺭِﺯْﻗًﺎ ﻧَﺤْﻦُ ﻧَﺮْﺯُﻗُﻚَ
ﻭَﺍﻟْﻌَﺎﻗِﺒَﺔُ ﻟِﻠﺘَّﻘْﻮَﻯ

“Perintahkahlah keluargamu untuk shalat dan
bersabarlah dalam menjaga shalat. Aku tidak meminta
rizki darimu, Aku yang akan memberikan rizki kepadamu.
Akibat baik untuk orang yang bertaqwa.” (QS. Thaha:
132)

Di masa silam, terjadi kenaikan harga pangan sangat
tinggi. Merekapun mengadukan kondisi ini kepada salah
seorang ulama di masa itu. Kita lihat, bagaimana
komentar beliau,

ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻻ ﺃﺑﺎﻟﻲ ﻭﻟﻮ ﺃﺻﺒﺤﺖ ﺣﺒﺔ ﺍﻟﺸﻌﻴﺮ ﺑﺪﻳﻨﺎﺭ ! ﻋﻠﻲَّ ﺃﻥ ﺃﻋﺒﺪﻩ
ﻛﻤﺎ ﺃﻣﺮﻧﻲ، ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺮﺯﻗﻨﻲ ﻛﻤﺎ ﻭﻋﺪﻧﻲ

“Demi Allah, saya tidak peduli dengan kenaikan harga ini,
sekalipun 1 biji gandum seharga 1 dinar! Kewajibanku
adalah beribadah kepada Allah, sebagaimana yang Dia
perintahkan kepadaku, dan Dia akan menanggung rizkiku,
sebagaimana yang telah Dia janjikan kepadaku.”
Allahu a’lam

sumber : konsultasi syari’ah

Rumah Tanpa Teriakan

Rumah Tanpa Teriakan
RUMAH TANGGA SURGA”

  1. Kita semua ingin rumah tangga layaknya surga agar penghuninya betah di dalamnya

  2. Dan ketahuilah, ciri utama penduduk surga di antaranya bicara yg lembut. Tidak suka teriak atau membentak

  3. Kebiasaan berteriak justru merupakan ciri penduduk neraka (qs 35:37)

  4. Maka jika ada suara teriakan di dalam rumah, itu artinya suasana surga sudah berganti suasana neraka. Bahaya!

  5. Sebab, kebiasaan teriak atau bicara melebihi desibel suara normal akan mengeringkan cinta

  6. Sejatinya cinta adalah kelembutan. Dan tidaklah sesuatu disertai kelembutan kecuali akan memperhiasnya (Hadits)

    Muslim meriwayatkan hadits dalam kitab Shahihnya no.2594 dari Aisyah, Nabi bersabda.

    إِنَّالرِّفْقَ لاَيَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَ عُ مِنْ شَيءٍ إِلاَّ شَانَهُ

    “Sungguh, segala sesuatu yang dihiasi kelembutan akan nampak indah. Sebaliknya, tanpa kelembutan segala sesuatu akan nampak jelek”. Sumber

  7. Itulah kenapa bukti cinta kpd Allah diminta kita tuk berdzikir dgn suara yg lembut, tidak berteriak di hadapanNya (QS 7:205)

  8. Dan kebiasaan berteriak di dalam rumah tangga sejatinya akan mengurangi rasa cinta

  9. Sulit kita lihat sepasang kekasih yg dimabuk cinta berbicara sambil teriak2. Kebalikannya, mereka malah suka bisik-bisik

  10. Pelan. Tapi nge-jlebb ke hati. Sebab meski tanpa suara, hati berteriak memproklamirkan cinta.

  11. Penting bagi setiap keluarga yg merindukan suasana surga agar mengurangi teriakan di dalam rumah, terlebih untuk anak2 kita

  12. Kebiasaan berteriak atau membentak di depan anak diakui oleh para ahli akan mengaktifkan batang otak anak

  13. Batang otak itu yg disebut otak reptil atau otak refleks. Anak cenderung merespon masalah tanpa berpikir

  14. Diledek teman refleks memukul. Ini tersebab batang otaknya lebih dominan daripada korteksnya yg ajak dia tuk berpikir

  15. Anak yg batang otaknya menebal cenderung merespon sesuatu dgn prinsip ‘flight or fight’

  16. Solusi jarang keluar dari anak dgn model begini. Yang ada adalah puaskan emosi

  17. Maka anak-anak yg gampang marah, tawuran dan sebagainya bisa dibilang karena batang otaknya cenderung lebih dominan

  18. Dan kalau ditelusuri penyebab awalnya yakni kebiasaan dibentak atau diteriaki dari kecil baik oleh ortu atau guru

  19. Dampak berikutnya dari kebiasaan berteriak di hadapan anak adalah menghancurkan sel otaknya

  20. Satu kali teriakan kepada anak di bawah usia 5thn akan menghancurkan 10ribu sel otaknya setiap teriakan

  21. So, hitung deh udah berapa kali bentak anak. Kalikan 10rb. Maka itulah dosa kita yg buat anak kita gak pintar-pintar

  22. Dan berteriak ini belum tentu membentak. Bisa jadi sekedar bercanda untuk menyemangati. Ini tetap bahaya dan terlarang

  23. Kalau mau teriak di lapangan aja dimana jarak ke anak kira2 seratus meter

  24. Kembali kepada inti rumah tangga surga. Yakni kebiasaan bicara lembut. Bahkan bisik-bisik di telinga anak tumbuhkan cinta

  25. Tentu kelembutan ini bukan berarti abaikan ketegasan

  26. Sebab ketegasan itu bisa dilakukan tanpa harus teriak.

  27. So, jika ada yg teriak-teriak di rumah kita, katakan : ini rumah surga. Di surga bicaranya lembut. Hanya penduduk neraka yg suka teriak

  28. Kesimpulannya, jika ingin memperbaiki pola asuh dan hubungan harmonis dlm rumah tangga, perbaiki cara komunikasi kita

  29. Dengan perbaikan komunikasi, maka menjadi baik lah amalan kita yg lainnya (QS. 33:70-71)

Repost from Bapak Satria Hadi Lubis, @satriahl

Adab Berbicara

Adab Berbicara:
1. Berbicara u kebaikan (annisa : 114)
2. Tidak trlalu keras dn tdk terlalu lemah, jelas dapat pahami dan tdk dipaksakan.
3. Tdk mbicarakan sesuatu yg tdk Berguna (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
4. Tdk membicarakan semua yg anda dengar (HR Muslim)
5. Menghindari perdebatan dan saling membantah sekalipun benar, dan menjauhi dusta walau bercanda (HR Abu Daud)
6. Tidak tergesa – gesa (muttafaq alaihi)
7. Menghindari perkataan keji, mencela atau mengutuk. (HR Bukhori)
8. Tidak banyak bicara dan sombong. (HR TIRMIDZI)
9. Menghindari ghibah dan mengadu domba (al hujurat ; 12)
10. Menjadi pendengar yg baik, tidak memotong pembicaraan org, tdk melecehkan pendapat org lain
11. Memberi kesempatan pd yg lain
12. Menghindari kata 2 kasar, menyakitkan perasaan, krn menimbulkan kebencian dan permusuhan
13. Menghindari sikap mengejek, dan memandang rendah org lain. (Al hujurat : 11))
(Etika Seorang Muslim, Lajnah Ilmiah Darul Wathan)
WA