Merajut Asa di Tanah Kelahiran Fatmawati: Peran Strategis DPRD Bengkulu dalam Menyongsong Kemajuan Daerah
Bengkulu, atau yang dikenal dengan julukan The Land of Rafflesia, adalah provinsi yang menyimpan potensi luar biasa namun seringkali tersembunyi dari sorotan nasional. Terletak di pesisir barat Pulau Sumatera, Bengkulu memiliki garis pantai yang panjang menghadap Samudera Hindia, kekayaan hutan tropis di Bukit Barisan, serta warisan sejarah yang mendalam sebagai tempat pengasingan Bung Karno dan tanah kelahiran Ibu Negara Pertama, Fatmawati. Namun, tantangan isolasi geografis dan konektivitas selama ini menjadi hambatan utama dalam akselerasi ekonomi.
Di sinilah peran vital Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu. Sebagai representasi dari 10 Kabupaten/Kota, mulai dari Mukomuko di utara hingga Kaur di selatan, 45 anggota DPRD Bengkulu memikul tanggung jawab besar. Mereka adalah penjaga amanat rakyat untuk memastikan bahwa Bengkulu tidak lagi menjadi "daerah buntu", melainkan gerbang ekonomi baru di pantai barat Sumatera. Artikel ini akan mengupas secara mendalam agenda strategis dan langkah konkret DPRD Bengkulu dalam mewujudkan visi tersebut.
1. Membuka Isolasi: Tol Bengkulu-Lubuklinggau
Mimpi masyarakat Bengkulu untuk terhubung dengan lintas tengah dan timur Sumatera kini mulai terwujud dengan adanya Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bengkulu-Taba Penanjung. Namun, pekerjaan belum selesai. DPRD Bengkulu terus mendesak pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan sesi berikutnya hingga ke Lubuklinggau (Sumatera Selatan).
Melalui fungsi pengawasan dan lobi politik, DPRD memastikan bahwa proyek strategis nasional ini tidak mangkrak. Konektivitas ini sangat krusial untuk memangkas waktu tempuh distribusi logistik, menurunkan inflasi daerah, dan membuka akses pasar bagi komoditas unggulan Bengkulu seperti kopi, karet, dan sawit ke provinsi tetangga.
2. Revitalisasi Pertanian: Kopi dan Sawit
Bengkulu adalah salah satu penghasil kopi Robusta terbesar di Indonesia, terutama dari daerah Kepahiang dan Rejang Lebong. Namun, nasib petani seringkali terombang-ambing oleh harga pasar. DPRD Bengkulu melalui Komisi II fokus pada program hilirisasi produk pertanian. "Kita tidak ingin Bengkulu hanya menjual biji kopi mentah, tapi harus menjual kopi olahan dengan brand Bengkulu," tegas pimpinan dewan dalam berbagai kesempatan.
Di sektor sawit, DPRD mengawal penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) agar sesuai regulasi dan menguntungkan petani. Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) juga diawasi ketat agar dana dari BPDPKS tepat sasaran kepada petani yang membutuhkan, bukan korporasi besar semata.
3. Pariwisata Sejarah dan Alam
Bengkulu memiliki aset pariwisata yang unik. Benteng Marlborough (peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara), Rumah Pengasingan Bung Karno, dan keajaiban alam Bunga Rafflesia Arnoldii adalah daya tarik dunia. DPRD Bengkulu mendorong Pemerintah Provinsi untuk mengalokasikan anggaran yang memadai bagi pemugaran situs sejarah dan promosi wisata digital.
Event tahunan "Festival Tabot" yang masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) juga mendapat dukungan penuh. DPRD ingin memastikan bahwa pariwisata memberikan dampak ekonomi langsung (multiplier effect) kepada UMKM dan masyarakat lokal, bukan hanya sekadar seremonial tahunan.
4. Pelabuhan Pulau Baai: Gerbang Ekspor
Sebagai provinsi yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, Pelabuhan Pulau Baai memiliki potensi strategis sebagai pintu gerbang ekspor CPO dan batubara. Namun, masalah pendangkalan alur pelabuhan menjadi kendala menahun. DPRD Bengkulu terus mendesak PT Pelindo dan pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan rutin dan pengembangan fasilitas pelabuhan.
DPRD juga mendorong pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di sekitar Pulau Baai untuk menarik investor industri pengolahan. Dengan demikian, komoditas Bengkulu bisa diekspor langsung (direct call) ke negara tujuan tanpa harus melalui pelabuhan di provinsi lain.
5. Pendidikan dan Kesehatan: Membangun Manusia Unggul
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bengkulu terus didorong melalui sektor pendidikan dan kesehatan. DPRD Bengkulu mengawal ketat alokasi 20% APBD untuk pendidikan, terutama untuk perbaikan sekolah di daerah terpencil dan pulau terluar seperti Pulau Enggano. Kesejahteraan guru honorer juga menjadi isu yang terus diperjuangkan.
Di bidang kesehatan, penurunan angka stunting menjadi prioritas. DPRD mendukung program-program intervensi gizi dan perbaikan sanitasi lingkungan. Peningkatan fasilitas RSUD M. Yunus sebagai rumah sakit rujukan provinsi juga terus didorong agar masyarakat tidak perlu berobat ke luar daerah.
6. Sinergi Legislatif dan Eksekutif
Hubungan kemitraan antara DPRD Bengkulu dan Gubernur berjalan dinamis dan konstruktif. Pembahasan KUA-PPAS dan APBD dilakukan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. DPRD tidak segan memberikan kritik tajam jika ada program yang tidak pro-rakyat, namun juga siap mendukung penuh kebijakan yang membawa kemaslahatan.
Sinergi ini penting, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan bencana alam yang kerap melanda Bengkulu, seperti banjir dan longsor. DPRD mendorong penguatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan mitigasi bencana berbasis masyarakat.
7. Rumah Aspirasi Digital: Keterbukaan Informasi
Situs dprbengkulu.com ini didirikan sebagai wujud komitmen DPRD Bengkulu terhadap keterbukaan informasi publik. Di era digital, masyarakat berhak mengetahui apa yang dikerjakan oleh wakilnya. Melalui portal ini, publik dapat mengakses agenda dewan, produk hukum daerah (Perda), dan dokumentasi kegiatan.
Fitur "E-Aspirasi" membuka ruang bagi masyarakat dari Lebong hingga Bengkulu Selatan untuk menyampaikan keluhan dan masukan secara langsung. Setiap aspirasi yang masuk akan diverifikasi dan diteruskan ke alat kelengkapan dewan (AKD) terkait untuk ditindaklanjuti. Ini adalah bentuk pelayanan prima wakil rakyat di era 4.0.
Kesimpulan
Provinsi Bengkulu sedang menggeliat bangun dari tidurnya. Potensi besar yang dimilikinya membutuhkan tangan-tangan terampil dan hati yang tulus untuk mengelolanya. DPRD Provinsi Bengkulu siap menjadi garda terdepan dalam mengawal pembangunan ini.
Mari kita jaga persatuan, lestarikan budaya, dan bekerja keras bersama. Dengan semangat Sekundang Setungguan (Gotong Royong), kita wujudkan Bengkulu yang Maju, Sejahtera, dan Bermartabat.
Bengkulu Kuat, Bengkulu Hebat!