Mengawal Lumbung Energi, Merajut Kejayaan Sriwijaya: Peran Strategis DPD RI dalam Pembangunan Sumatera Selatan
Sumatera Selatan (Sumsel) bukan sekadar provinsi biasa di peta Indonesia. Dengan sejarah panjang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya yang pernah menguasai jalur perdagangan maritim Asia, Sumsel mewarisi DNA kejayaan dan kepemimpinan. Hari ini, Sumsel dikenal sebagai "Lumbung Energi Nasional" berkat kekayaan batubara, minyak bumi, dan gas alam yang melimpah. Namun, di balik potensi raksasa ini, tersimpan tantangan besar: kesenjangan infrastruktur, fluktuasi harga komoditas pertanian, dan tuntutan hilirisasi industri.
Dalam lanskap inilah peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Sumatera Selatan menjadi sangat krusial. Keempat senator yang dipilih langsung oleh rakyat Sumsel—yang dalam periode terakhir didominasi oleh srikandi-srikandi tangguh—mengemban amanah untuk memastikan bahwa kekayaan alam Sumsel berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyatnya. Artikel ini akan mengupas secara mendalam agenda strategis, tantangan legislasi, dan langkah konkret para senator Sumsel di Senayan.
1. Memperjuangkan Infrastruktur Konektivitas: Tol dan Pelabuhan
Sebagai gerbang penghubung antara Pulau Jawa dan Sumatera, posisi Sumsel sangat strategis. Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang melintasi Palembang, Kayu Agung, hingga Betung dan Lubuk Linggau adalah proyek vital yang terus dikawal oleh DPD RI. Senator Sumsel melalui Komite II terus mendesak Kementerian PUPR untuk mempercepat penyelesaian ruas tol Kapalbetung (Kayu Agung-Palembang-Betung) yang seringkali terkendala pembebasan lahan.
Selain tol, isu strategis lainnya adalah Pelabuhan Tanjung Carat. Sumsel membutuhkan pelabuhan laut dalam (deep sea port) untuk mendukung ekspor komoditas secara langsung tanpa harus melalui provinsi lain. DPD RI Sumsel secara konsisten melobi pemerintah pusat agar proyek strategis nasional (PSN) ini segera direalisasikan, guna memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
2. Tata Niaga Batubara dan Dana Bagi Hasil (DBH)
Batubara adalah primadona sekaligus dilema bagi Sumsel. Di satu sisi, ia menyumbang pendapatan negara yang besar. Di sisi lain, angkutan batubara yang melintasi jalan umum sering menyebabkan kemacetan parah dan kerusakan jalan, terutama di wilayah Muara Enim dan Lahat. Senator DPD RI bersuara lantang menuntut pembangunan jalan khusus batubara agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Lebih dari itu, perjuangan di Komite IV (Anggaran) difokuskan pada transparansi Dana Bagi Hasil (DBH) Sumber Daya Alam. DPD RI memastikan agar perhitungan lifting migas dan produksi batubara dilakukan secara transparan, sehingga Sumsel mendapatkan porsi bagi hasil yang adil untuk membiayai pembangunan sekolah, rumah sakit, dan jalan di daerah penghasil.
3. Menjaga Asa Petani Karet dan Sawit
Mayoritas penduduk Sumsel di pedesaan menggantungkan hidup pada perkebunan karet dan kelapa sawit. Namun, harga karet yang sering anjlok membuat petani menjerit. Senator Sumsel aktif mendorong pemerintah pusat untuk melakukan intervensi pasar dan mengembangkan industri hilir karet di dalam negeri, seperti pabrik ban dan aspal karet, untuk menyerap produksi petani lokal.
Terkait sawit, DPD RI mengawal implementasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang baru disahkan. Dana ini sangat penting untuk memperbaiki jalan-jalan desa yang rusak akibat aktivitas perkebunan, serta memberikan jaminan sosial bagi para petani sawit mandiri.
4. Lumbung Pangan dan Ketahanan Pangan
Sumsel juga memiliki target menjadi lumbung pangan nasional melalui program optimalisasi lahan rawa lebak dan pasang surut. Senator DPD RI di Komite II mendukung penuh program Kementerian Pertanian ini, namun dengan catatan: ketersediaan pupuk subsidi harus terjamin. Kelangkaan pupuk seringkali menjadi momok bagi petani padi di Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin. DPD RI terus melakukan pengawasan distribusi pupuk agar tepat sasaran.
5. Sumber Daya Manusia dan Pencegahan Stunting
Meskipun kaya sumber daya alam, Sumsel masih menghadapi tantangan angka stunting di beberapa kabupaten. Senator DPD RI di Komite III menjadikan isu kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas. Mereka mendorong alokasi anggaran khusus dari pusat untuk program pemberian makanan tambahan dan perbaikan sanitasi di daerah-daerah kantong stunting.
Di sektor pendidikan, senator memperjuangkan beasiswa KIP-Kuliah agar dapat diakses oleh anak-anak petani dan nelayan di pelosok Sumsel, serta memperhatikan kesejahteraan guru honorer yang menjadi garda terdepan pencerdasan bangsa di daerah terpencil.
6. Wisata dan Budaya: Palembang Sport Tourism
Palembang sukses membranding diri sebagai kota wisata olahraga (Sport Tourism) pasca Asian Games 2018. DPD RI mendukung upaya pemerintah provinsi untuk terus mendatangkan event internasional ke Kompleks Jakabaring Sport City. Hal ini tidak hanya meningkatkan ekonomi, tapi juga merawat aset negara agar tidak terbengkalai.
Selain itu, pelestarian budaya Melayu Palembang, kain Songket, dan kuliner pempek juga menjadi perhatian. DPD mendorong agar warisan budaya ini mendapatkan perlindungan hak kekayaan intelektual dan dukungan promosi di tingkat internasional.
7. Sinergi dan Transparansi Digital
Keberhasilan memperjuangkan aspirasi Sumsel tidak lepas dari sinergi antara DPD RI, DPR RI Dapil Sumsel, Pemerintah Provinsi, dan DPRD. Forum komunikasi antar lembaga ini rutin dilakukan untuk menyatukan visi pembangunan.
Situs dpdsumateraselatan.com ini hadir sebagai wujud akuntabilitas. Di era digital, masyarakat Sumsel berhak mengetahui kinerja wakilnya. Melalui portal ini, warga dapat memantau agenda senator, mengunduh dokumen publik, dan menyampaikan aspirasi melalui fitur "Rumah Aspirasi Online". Setiap masukan akan menjadi bahan bakar perjuangan kami di Senayan.
Kesimpulan
Sumatera Selatan memiliki semua modal untuk menjadi provinsi maju dan terdepan di Indonesia. Namun, potensi itu butuh pengawalan kebijakan yang tepat. Keempat senator DPD RI Perwakilan Sumsel berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan daerah.
Dengan semangat "Bersatu Teguh" layaknya lidi yang diikat kuat, mari kita bersama-sama membangun Bumi Sriwijaya. Suara Anda adalah mandat kami, dan kesejahteraan Sumsel adalah tujuan akhir perjuangan ini.
Payo, kito bangun Sumsel basamo-samo!