Membangun Fondasi Anim Ha: Peran Strategis DPD RI dalam Mengawal Daerah Otonomi Baru dan Lumbung Pangan Nasional
Papua Selatan, sebuah provinsi baru yang mekar dari Provinsi Papua induk, hadir dengan harapan besar. Mencakup wilayah adat Anim Ha yang terdiri dari Kabupaten Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel, provinsi ini memiliki karakteristik yang unik. Berbeda dengan wilayah pegunungan tengah yang terjal, Papua Selatan didominasi oleh dataran rendah, rawa-rawa, dan sungai-sungai besar yang berkelok. Di sinilah letak Musamus, istana semut yang menjulang tinggi, simbol dari kerja keras dan gotong royong masyarakat setempat.
Sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB), Papua Selatan menghadapi tantangan sekaligus peluang emas. Statusnya sebagai lumbung pangan nasional dan beranda depan yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini (PNG) menuntut perhatian khusus. Di sinilah peran empat orang Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Papua Selatan menjadi sangat krusial. Mereka adalah peletak batu pertama yang bertugas memperjuangkan fondasi anggaran, infrastruktur, dan regulasi di Senayan. Artikel ini akan mengupas secara mendalam agenda prioritas para senator dalam mewujudkan mimpi masyarakat Anim Ha.
1. Mengawal DOB: Dari Infrastruktur hingga Birokrasi
Sebagai provinsi yang baru seumur jagung, tugas utama senator adalah memastikan transisi pemerintahan berjalan mulus. Pembangunan Pusat Pemerintahan Provinsi di KTM Salor, Merauke, membutuhkan dukungan anggaran yang masif dari APBN. Senator DPD RI Papua Selatan di Komite I dan IV bertugas mengawal Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) agar proporsional dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar.
Kami memastikan bahwa pemekaran ini bukan sekadar bagi-bagi jabatan birokrasi, tetapi benar-benar mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat. Warga di pedalaman Boven Digoel atau rawa-rawa Asmat tidak boleh lagi kesulitan mengurus administrasi kependudukan atau mendapatkan layanan dasar.
2. Lumbung Pangan Nasional: Harapan dan Tantangan
Merauke telah lama digadang-gadang sebagai lumbung padi nasional. Lahan datar yang luas sangat potensial untuk pertanian modern. Namun, program Food Estate di masa lalu menyisakan catatan yang harus diperbaiki. Senator DPD RI di Komite II berkomitmen untuk mengawal program pertanian berkelanjutan yang tidak meminggirkan masyarakat adat Marind.
Kami mendorong pemerintah pusat untuk fokus pada intensifikasi lahan, perbaikan irigasi, dan penyediaan pupuk yang terjangkau. Yang tak kalah penting, pelibatan Orang Asli Papua (OAP) sebagai subjek utama pertanian modern harus diutamakan, bukan hanya mendatangkan petani dari luar. Ketahanan pangan harus berawal dari kemandirian pangan lokal (seperti sagu dan umbi-umbian) sebelum berorientasi ekspor.
3. Konektivitas Sungai dan Perbatasan
Karakteristik wilayah Mappi dan Asmat yang didominasi sungai dan rawa menuntut moda transportasi yang berbeda. Jalan darat trans-Papua memang penting, namun transportasi sungai adalah urat nadi kehidupan sehari-hari. Senator DPD RI mendesak Kementerian Perhubungan untuk memperbanyak bantuan kapal dan dermaga sungai yang layak.
Di sisi lain, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota di Merauke dan Yetetkun di Boven Digoel harus dioptimalkan. Senator memperjuangkan agar kawasan perbatasan tidak hanya menjadi pos keamanan, tetapi menjadi pusat ekonomi baru yang menyejahterakan warga perbatasan melalui perdagangan lintas batas yang legal dan teratur.
4. Menjaga Kebudayaan Asmat dan Kearifan Lokal
Nama Asmat telah mendunia berkat seni ukirnya yang magis dan bernilai tinggi. Namun, kesejahteraan para seniman dan masyarakatnya seringkali terabaikan. Senator DPD RI di Komite III menaruh perhatian khusus pada pelestarian budaya dan perlindungan hak kekayaan intelektual seni Asmat.
Kami juga mendorong promosi pariwisata budaya yang bertanggung jawab. Budaya tidak boleh dieksploitasi semata, tetapi harus menjadi sumber martabat dan ekonomi bagi pemiliknya. Festival Budaya Asmat harus didukung penuh sebagai kalender event nasional yang mendatangkan manfaat langsung bagi masyarakat.
5. Pendidikan dan Kesehatan di Daerah Terpencil
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah selatan Papua masih perlu digenjot. Tantangan geografis membuat banyak guru dan tenaga kesehatan enggan bertugas di pedalaman. Senator DPD RI memperjuangkan insentif khusus dan jaminan keamanan bagi para pengabdi di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Selain itu, isu stunting dan gizi buruk di Asmat yang sempat mencuat beberapa tahun lalu tidak boleh terulang. Senator mengawal program kesehatan terpadu dan perbaikan sanitasi air bersih di kampung-kampung yang sulit dijangkau.
6. Sinergi Tiga Tungku Pembangunan
Keberhasilan DOB Papua Selatan bergantung pada sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pj Gubernur), DPR Papua Selatan (DPRPS), dan Senator DPD RI. Forum komunikasi rutin terus dibangun untuk menyatukan persepsi mengenai isu-isu strategis yang harus diperjuangkan di Jakarta.
Senator DPD RI memposisikan diri sebagai mitra strategis yang menjembatani hambatan regulasi di tingkat pusat. Dengan semangat Izakod Bekai Izakod Kai (Satu Hati Satu Tujuan), ego sektoral harus dikesampingkan demi kemajuan bersama.
7. Transparansi Digital: Menembus Rawa dan Hutan
Situs dpdpapuaselatan.com ini hadir untuk mengatasi hambatan jarak. Kami menyadari bahwa warga di pedalaman Mappi atau perbatasan Boven Digoel sulit bertemu langsung dengan wakilnya. Platform digital ini adalah solusi untuk mendekatkan jarak tersebut.
Melalui fitur "Lapor Senator", masyarakat dapat menyampaikan aspirasi tentang jalan rusak, harga gabah yang anjlok, atau kekurangan obat di Puskesmas. Setiap laporan adalah amanah yang akan kami verifikasi dan suarakan di ruang sidang DPD RI. Ini adalah bentuk akuntabilitas kami kepada rakyat Anim Ha.
Kesimpulan
Papua Selatan adalah raksasa tidur yang sedang menggeliat. Dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, provinsi ini memiliki masa depan cerah. Keempat senator DPD RI Perwakilan Papua Selatan siap bekerja keras, cerdas, dan ikhlas untuk meletakkan fondasi yang kuat bagi provinsi baru ini.
Mari kita bersatu padu. Bersama DPD RI, kita wujudkan Papua Selatan yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera.
Izakod Bekai Izakod Kai!