0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
49 Ansichten36 Seiten

Modul 2 PKB PKBM

INI ADALAH MODUL PKBM

Hochgeladen von

muhammad3418
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PPTX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen
0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
49 Ansichten36 Seiten

Modul 2 PKB PKBM

INI ADALAH MODUL PKBM

Hochgeladen von

muhammad3418
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PPTX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen

PEMBELAJARAN EFEKTIF

YANG BERPUSAT PADA


PESERTA DIDIK
(6 JP)

BGP RIAU
-2023-
FASILITATOR

SUMALA PUTRA, [Link],[Link] ROFI YUNUS, [Link]


Guru SDN 004 Genduang Guru SMPN 23 Pekanbaru
Perkenalan Diri
Kesepakatan Tujuan Skenario
Aktivitas
Kelas Materi M.E.R.D.E.K.
A

Kesimp
Penu Reflek Asesme
ulan
tup si n
Capaian
Pembelajaran
Capaian Umum:

1. Peserta diklat memahami pentingnya mengetahui pembelajaran yang


efektif dalam memperoleh pemahaman yang baik, keterampilan praktis,
dan kemampuan kritis yang relevan dengan materi pelajaran dengan
mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan murid sebagai prioritas
utama
2. Peserta diklat memahami pentingnya mengetahui kebutuhan belajar
dan lingkungan yang memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar
dapat meningkatkan kompetensinya secara aman dan nyaman.
Capaian
Capaian Khusus:
Pembelajaran
• Menunjukkan pemahaman tentang konsep pembelajaran yang
efektif dan berpusat pada murid
• Menunjukan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan
pembelajaran berdiferensiasi dan alasan mengapa
pembelajaran berdiferensiasi diperlukan
• Menjelaskan pentingnya mengidentifikasi dan memenuhi
kebutuhan belajar murid
• Menganalisis penerapan diferensiasi konten, diferensiasi
proses, dan diferensiasi produk
Capaian Khusus:
Capaian
Pembelajaran
• Menjelaskan pentingnya Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk menciptakan
lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat
meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being)
secara optimal.
• Menjelaskan bagaimana strategi penerapan konsep pembelajaran sosial dan
emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL (Collaborative for Academic, Social
and Emotional Learning)
• Mempraktikkan konsep kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar
pengembangan 5 (lima) kompetensi sosial dan emosional (KSE).
• Menganalisis dan menemukenali pembelajaran efektif yang berpusat pada peserta
didik ( Pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran sosial dan Emosional )
• Mendemonstrasikan hasil analisis mengenai penerapan pembelajaran efektif yang
berpusat pada peserta didik.
Capaian
Capaian Khusus:
Pembelajaran
• Mensintesis semua pemahaman dengan
mengkoneksikan materi pembelajaran efektif yang
berpusat pada peserta didik.
• Mengintegrasikan Pembelajaran Berdiferensiasi dan
Pembelajaran Sosial Emosional dalam proses
pembelajaran.
Eksplorasi Konsep: Koneksi Antar Materi:
Demonstrasi Kontekstual:
Pemahaman Konsep Materi:
• Pembelajaran efektif dan berpusat pada
• Membuat peta konsep materi Modul
peserta didik Mendemonstrasikan hasil studi kasus Pemebelajaran efektif dan berpusat pada
• Strategi pembelajaran efektif
yang telah dilakukan di ruang kolaborasi peserta didik
• Pengelolaan Pembelajaran yang berpusat pada
peserta didik
• Kunjung Karya

E D K
M R E A
Mulai dari Diri: Ruang Kolaborasi: Elaborasi Pemahaman: Aksi Nyata:

Analisis beberapa studi kasus • Mengintegrasikan strategi Pembelajaran


• Refleksi diri Penguatan dan Umpan Balik
implementasi pembelajaran Berdiferensiasi dan Pembelajaran Sosial
• Umpan balik
berdiferensiasi dan Pembelajaran Sosial Emosional pda Modul Ajar
• Tuang Pengalaman
Emosional
ULAI DARI
DIRI
Saya guru seperti apa, sih?

Deskripsikanlah diri bapak dan ibu


ketika bersama murid di dalam
kelas ke dalam sebuah gambar!

Dikerjakan Dikertas HVS 15 Menit


KSPLORASI 60 Menit

1. KONSEP
Apa definisi pembelajaran yang efektif menurut
bapak/ibu?

2. Bagaimana upaya yang dilakukan selama ini agar


pembelajaran yang dilaksanakan dapat berjalan efektif?

3. Menurut Bapak/Ibu, bagaimana cara seorang guru dalam


mengelola pembelajaran agar berpusat pada peserta
didik?
Kerjakan di kertas Stiky Note
KSPLORASI
KONSEP
Pembelajaran yang efektif ditandai dengan sifatnya yang menekankan
pada pemberdayaan siswa secara aktif. Pembelajaran menekankan
pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang dikerjakan, tetapi
lebih menekankan pada internalisasi, tentang apa yang dikerjakan
sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati
serta dipraktekkan dalam kehidupan oleh siswa
(E. Mulyasa, 2003: 149).
Hakikat pembelajaran yang efektif adalah proses belajar
mengajar yang bukan saja terfokus kepada hasil yang dicapai
peserta didik, namun bagaimana proses pembelajaran yang
efektif mampu memberikan pemahaman yang baik,
kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat
memberikan perubahan perilaku dan mengaplikasikannya
dalam kehidupan mereka
(Esti Wuryani Djiwandono, 2002: 226-227).
Pembelajaran Berdiferensiasi adalah
usaha guru untuk menyesuaikan proses
pembelajaran di kelas untuk memenuhi
kebutuhan belajar individu murid.

Menurut Tomlinson (1999:14)


Tujuan Pembelajaran Berdiferensiasi antara lain sebagai berikut :

1. Membantu proses belajar bagi semua murid.


2. Motivasi dan hasil belajar murid
3. Terjalinnya hubungan yang selaras dan harmonis antara pendidik
dan murid.
4. Membantu murid untuk lebih percaya diri dan mandiri.
5. Menggali potensi dan kemampuan murid
Memetakan Kebutuhan Murid
Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul How to Differentiate
Instruction in Mixed Ability Classroom menyampaikan bahwa kita dapat
melihat kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek.

Ketiga aspek tersebut adalah:


1. Kesiapan Belajar Murid (readiness),
2. Minat Murid,
3. Profil Belajar Murid
Kebutuhan Belajar Murid:
Kesiapan Belajar Murid
(Readiness)
Kesiapan belajar didefinisikan sebagai “di mana siswa berada
dalam hal pemahaman atau keterampilan” (Tomlinson, 1999b).

Mendiferensiasi pembelajaran berdasarkan tingkat kesiapan


belajar murid mengharuskan guru untuk menilai pengetahuan
awal dan menentukan apa yang telah murid ketahui dan di mana
murid berada (Tomlinson, 2001).
Readine
ss
Mina
t
Profil Belajar
Murid
Gaya belajar adalah bagaimana murid memilih, memperoleh, memproses, dan mengingat
informasi baru. Secara umum gaya belajar ada tiga, yaitu:

visual: belajar dengan melihat (misalnya melalui materi yang berupa gambar, diagram,
1.
power point, catatan, peta konsep, graphic organizer, dsb);

auditori: belajar dengan mendengar (misalnya mendengarkan penjelasan guru, membaca


2.
dengan keras, mendengarkan pendapat saat berdiskusi, mendengarkan musik);

kinestetik: belajar sambil melakukan (misalnya sambil bergerak, melakukan kegiatan


3.
hands on, dsb).
Bagaimana mengidentifikasi kebutuhan belajar
murid?

mengidentifikasi mereview dan melakukan refleksi


mengamati perilaku
pengetahuan awal terhadap praktik pengajaran
murid-murid

membaca rapor murid menggunakan


dari kelas mereka berbagai penilaian
berbicara dengan guru penilaian formatif
sebelumnya
murid sebelumnya dan diagnostik
STrategi Pembelajaran
Berdiferensiasi
Contoh Diferensiasi Konten

1. Menggunakan bahan bacaan pada berbagai tingkat keterbacaan.


2. Menyediakan bahan ajar yang beragam
3. Menggunakan daftar kosakata untuk mengetahui tingkat kesiapan
siswa.
4. Mempresentasikan ide melalui sarana pendengaran dan
penglihatan.
5. Menggunakan taman bacaan.
6. Menggunakan kelompok kecil untuk mengajarkan kembali ide atau
keterampilan pada siswa yang mengalami kesulitan, serta
memperluas pemikiran atau keterampilan peserta didik yang sudah
menguasai.
Contoh Diferensiasi Proses

1. Menggunakan kegiatan berjenjang dengan berbagai tingkat


tantangan, dukungan, dan kompleksitas.
2. Menggali potensi murid dengan menyediakan pusat minat dan
bakat.
3. Menyusun agenda pribadi atau daftar tugas yang harus
diselesaikan selama waktu yang ditentukan oleh guru.
4. Memberikan dukungan secara langsung bagi murid yang
membutuhkan
5. Memfasilitasi ketersediaan waktu dalam menyelesaikan tugas
Contoh Diferensiasi Produk

1. Memberi murid pilihan cara mengekspresikan kebutuhan


pembelajaran atau mempresentasikan hasil belajarnya misal
dalam tulisan, gambar, video ataupun narasi.
2. Menggunakan rubrik/standar penilaian yang cocok dan
memperluas keragaman tingkat keterampilan murid.
3. Membolehkan siswa bekerja sendiri atau berkelompok kecil
untuk menuntaskan tugas.
4. Mendorong siswa untuk membuat tugas mereka sendiri.
Mengenal Pembelajaran Sosial Emosional

Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara
kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah.

Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah
memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek
sosial dan emosional agar dapat:

Kompetensi Sosial Emosional:


1. Memahami, menghayati, dan mengelola emosi (kesadaran diri)
2. Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)
3. Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
4. Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi)
5. Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung
jawab)
Menerapkan Teknik S.T.O.P.
(Mindfulness)
Pengelolaan Pembelajaran Efektif
yang Berpusat Pada Peserta Didik
• Persiapan, yaitu, kegiatan studi pustaka (buku wajib, buku anjuran, referensi);
mempelajari hasil-hasil penelitian, menguasai informasi iptek, sosek, dan budaya;
mempelajari hasil capaian terakhir.
• Perencanaan, yaitu, perumusan tujuan dan sasaran pembelajaran (outputs dan
outcomes); memilih dan menentukan bahan ajar (materi), menentukan metode dan
cara; memilih media dan sumber daya pembelajaran lainnya; dan terakhir menentukan
rancangan evaluasi.
• Pengorganisasian, yaitu, mengorganisasikan siswa dalam belajar secara klasikal dan
kelompok.
• Proses Pembelajaran (aktualisasi) dan motivasi. Proses ini berlangsung melalui penyajian
dan penguasaan bahan ajar dengan metode/teknik yang tepat sampai tuntas. Pada saat
yang bersamaan juga melalui proses pembelajaran ini, hal-hal seperti: perhatian,
motivasi berprestasi, kreativitas, keinovatifan, kemandirian dan kualitas pribadi anak
didik lainnya perlu terus dikuatkan dan distimulasi.
• Pengawasan, yaitu, kegiatan supervisi untuk memperbaiki proses belajar mengajar
(PBM) guru-siswa.
ICE BREAKING

[Link]
/file/d/1Ug8A8Bh_3ekqY
w_E6RVbBEBKFk5Og66I/
view?usp=sharing
UANG
KOLABORASI
• Analisis beberapa studi kasus implementasi
pembelajaran berdiferensiasi dan
Pembelajaran Sosial Emosional

LK 1 30 MENIT
EMONTRASI
KONTEKSTUAL
• Mempresentasikan hasil analisis skenario
implementasi pembelajaran efektif yang

30 MENIT
LABORASI
PEMAHAMAN
• Tanya jawab dan curah pendapat

15 MENIT
KONEKSI
ANTAR MATERI
• Membuat peta konsep materi Modul
Pemebelajaran efektif dan berpusat pada
peserta didik pada kertas PLANO

15 MENIT
KSI
NYATA
Yuk, Lihat PMM..
Lalu ambil salah satu Modul Ajar yang Bapak Ibu rasa mudah
dipahami.
Mari kita integrasikan strategi Pembelajaran Berdiferensiasi
dan Pembelajaran Sosial Emosional pada Modul Ajar.
80 MENIT
ASESMEN
(teka teki silang)
20 MENIT
REFLEKSI (sticky note)
1. Apa yang telah baik dipelajari hari ini?
2. Apa yang harus ditingkatkan?

5 MENIT
“Serupa seperti para
pengukir
yang memiliki pengetahuan
m e n d a l a m tentang keadaan kayu,
jenis-jenisnya, keindahan ukiran,
d an cara-cara mengukirnya.
Seperti itulah seorang guru seharusnya
memiliki pengetahuan m e n d a l a m
tentang seni mendidik.
Bedanya, guru m e n g u k i r manusia
yang memiliki h i d u p lahir d an
batin.”
Ki Hajar Dewantara

Das könnte Ihnen auch gefallen