0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
109 Ansichten31 Seiten

Laporan Kasus Gea

LAPORAN KASUS GASTROENTERITIS AKUT

Hochgeladen von

Siti Nurjannah
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PPTX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen
0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
109 Ansichten31 Seiten

Laporan Kasus Gea

LAPORAN KASUS GASTROENTERITIS AKUT

Hochgeladen von

Siti Nurjannah
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PPTX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen

LAPORAN KASUS

Gastroenteritis Akut dan


Dehidrasi Ringan Sedang

Pembimbing: dr. Ari Kurniasih, Sp.A


Disusun Oleh:
Elvina Dianitha 71230891002
Safira Mustakilla 71220891110
0
1
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Gastroenteritis merupakan penyakit yang memiliki prevalensi


kejadian yang cukup tinggi di seluruh dunia. Hal ini dibuktikan
dengan epidemiologi dari gejala gastroenteritis yaitu diare yang
secara global tercatat sekitar 1,7 miliar kasus setiap tahunnya.
Terdapat 443.832 kasus meninggal akibat diare yang terjadi pada
anak kurang dari lima tahun pada kejadian tersebut.
Latar Belakang
Menurut riskesdas tahun 2018, kelompok umur dengan prevalensi
diare (berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan) tertinggi yaitu
pada kelompok umur 1-4 tahun yaitu sebanyak 73.188 kasus
(11,5%) dan pada bayi sebanyak 18.225 kasus (9%). Prevalensi
diare pada perempuan sebesar 7,1% lebih tinggi dibandingkan
laki-laki 6,5%. Menurut daerah tempat tinggal, diare lebih
banyak di pedesaan daripada di perkotaan sebanyak 7,0% di
pedesaan dan 6,6% di perkotaan.
Latar Belakang

Di Sumatera Utara, prevalensi diare pada balita menurut diagnosis


oleh tenaga kesehatan adalah 14,2%. Berdasarkan profil kesehatan
provinsi Sumatera Utara tahun 2022 Pada tahun 2022 jumlah
penderita diare semua umur yang dilayani di sarana kesehatan
sebanyak 149.289 kasus dan pada balita sebanyak 53.343
kasus.
0
2
TINJAUAN
PUSTAKA
Definisi

Gastroenteritis akut merupakan suatu keadaan terjadinya


peradangan pada mukosa gastrointestinal yang ditandai
dengan diare dan muntah yang berlangsung kurang dari satu
minggu
Etiologi
Hampir 80% kasus gastroenteritis pada anak disebabkan oleh infeksi
virus. Sisanya disebabkan oleh bakteri dan parasit. Menurut World
Gastroenterology Organization, beberapa agen yang menyebabkan
gastroenteritis, yaitu:
1. Virus
a. Rotavirus
b. Human Caliciviruses
c. Adenovirus
2. Bakteri
a. Diarrheagenic Escherichia- coli
b. Campylobacter
c. Shigella Species
d. Vibrio Cholera
e. Salmonella
3. Parasit
Patofisiologi
Manifestasi Klinis

1) BAB cair dengan frekuensi >3x dalam sehari


2) Mual
3) Muntah
4) Keluhan haus
5) Tidak nafsu makan
6) Tidak BAK selama 6 jam
7) Dapat disertai kejang demam
Diagnosis Gastroenteritis dengan
Dehidrasi
Anamnesis Pemeriksaan Pemeriksaan
• BAB Cair >3 kali Fisik Penunjang
• Muntah
• Demam • tanda -tanda vital • Dehidrasi ringan
• onset diare • melihat tanda-tanda hingga sedang, tidak
• lamanya diare dehidrasi diperlukan
• pola makan dan • menentukan derajat pemeriksaan.
minum dehidrasi • Dehidrasi berat:
• frekuensi buang air • status gizi  darah lengkap
besar  pemeriksaan
• konsistensi tinja elektrolit
• Adanya nyeri perut  pemeriksaan gula
• riwayat pemberian darah
obat  pemeriksaan urea
• Riwayat keluarga darah (BUN)
dengan keluhan  pemeriksaan gas
sama darah (AGD).
Diagnosis Banding
DIAGNOSE IN FAVOUR
Acute (watery) diarrhea - > 3 loose stools per day. - No blood in stools
Cholera - Profuse watery diarrhea with severe dehydration
during cholera outbreak.

- Positive stool culture for Vibrio Cholera O1 or O139


Dysentery - Blood mixed with the stools -Blood mixed with the stools (seen or reported).
(seen or reported).
Persistent Diarrhea - Diarrhea lasting > 14 Diarrhea lasting > 14 days.
days.
Diarrhea with severe malnutrition - Any -Any diarrhea with signs of severe acute malnutrition.
diarrhea with signs of severe acute
malnutrition.
Diarrhea associated with recent antibiotics -Recent course of broad-spectrum oral.
use - Recent course of broad-spectrum oral.
Intussusception - Blood and mucus in stools

- Abdominal mass
Tata Laksana
WHO merekomendasikan lima pilar atau tatalaksana utama dalam
menuntaskan diare yaitu:
1. Rehidrasi
● Tanpa dehidrasi: oralit 10ml/kgBB tiap BAB
● Dehidrasi ringan-sedang: oralit 75ml/kgBB tiap BAB
● Dehidrasi berat : parenteral RL 30ml/kgBB selama 1 jam
2. Suplementasi zink
3. Nutrisi Adekuat
ASI, porsi makan sedikit tetapi sering
4. Antibiotik selektif
● Merupakan infeksi daripada bakteri
● Diare yang berlangsung lama atau lebih dari 10 hari
● Apabila patogen yang dicurigai adalah [Link]
5. Edukasi terhadap orangtua
Komplikasi

 Dehidrasi
 ketidakseimbangan elektrolit (hipokalemia, asidosis
metabolic)
 Kejang
 Syok Hipovolemik
0
3
STATUS ANAK
SAKIT
Identitas Pasien
Nama : Muhammad Habib
Maulana
Jenis Kelamin : Laki-laki
Usia : 1 Tahun 11 Bulan 15 Hari
Tanggal Lahir : 17/07/2022
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Melayu/Indonesia
Alamat : Jl. Selamat Gg. Ibunda
No.7, Binjai
Medan, Medan Denai,
Sumatera Utara, 20228
Tanggal Masuk Rumah Sakit : 01/07/2024
Tanggal Pemeriksaan : 01/07/2024
Identitas Orang Tua Pasien
Identitas Ayah Ibu
Nama M. Arif Ruanda Sari
Kurniawan
Umur 28 26
Suku Melayu Betawi
Bangsa Indonesia Indonesia
Agama Islam Islam
Pendidikan SMK SMA
Pekerjaan Wiraswasta Ibu Rumah
Anamnesa
Riwayat
Kelahiran Riwayat Nutrisi

OS lahir pada tanggal 17 • ASI: sampai usia 1


Juli 2022 secara normal di minggu
klinik dan ditolong oleh • Susu Formula: mulai
bidan. Berat badan lahir usia 1 minggu
2800 gram dengan • MPASI: mulai usia 6
panjang badan lahir bulan
49cm, lingkar kepala tidak • Nasi Tim: mulai usia 8
diingat ibu pada saat bulan
melahirkan. Saat lahir OS • Makanan Dewasa :
segera menangis kuat. OS mulai usia 1 tahun
merupakan anak
pertama.
Anamnesa
Riwayat Riwayat Tumbuh
Imunisasi Kembang

Hepatitis B : 4x • Menegakan kepala: 3


Polio : 3x bulan
BCG : 1x • Membalik badan: 6
DPT-Hib : 3x bulan
Campak : 1x • Merangkak: 8 bulan
PCV :- • Duduk: 9 bulan
• Berdiri: 12 bulan
• Berjalan: 12 bulan
Anamnesa (Aloanamnesa)

Keluhan utama : Mencret


Keluhan tambahan : Muntah dan demam
Anamnesa (Aloanamnesa)
Telaah:

Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun 11 bulan diantar kedua orang


tuanya ke IGD RS. Haji Medan dengan keluhan mencret yang sudah
dialami selama kurang lebih 3 hari. Frekuensi mencret lebih kurang
4x dalam sehari dengan konsistensi tinja encer, lebih banyak
cairan daripada ampas dan berwarna kuning dan tidak terdapat
darah pada feses. Orangtua os juga mengatakan keluhan mencret
diikuti dengan mual dan muntah. Frekuensi muntah lebih kurang
3x dalam sehari. Keluhan lainnya berupa demam sejak 1 hari
SMRS. Demam bersifat naik turun. OS tidak pernah mengalami hal ini
sebelumnya. Os juga tampak rewel dan gelisah.
Riwayat Penyakit Sebelumnya : tidak ada
Riwayat Penyakit Keluarga : tidak ada
Riwayat Penggunaan Obat : tidak ada
Pemeriksaan Fisik

Kesan Umum
Kesadaran : compos mentis
Frekuensi nadi : 110x/i
Frekuensi nafas : 24x/i
Suhu : 37,2°C
Berat badan sekarang : 10 kilogram
Status gizi : Gizi baik
Pemeriksaan Fisik
Kepala : Normosefali, simetris murmur (-).
Mata : Mata cekung (+), anemis (+), Paru-paru
ikterik (-), Inspeksi : Simteris, retraksi dada (-)
edema palpebra (-), refleks cahaya Palpasi : Tidak dilakukan pemeriksaan
(+), pupil isokor (+). Perkusi : Tidak dilakukan pemeriksaan
Hidung : Pernafasan cuping hidung (-), Auskultasi : Vesikuler
secret (-),
massa (-). Abdomen
Mulut : Bibir kering (+), pembesaran Inspeksi : Simetris
tonsil (-), Palpasi : Soepel, hepar dan lien tidak
pembesaran uvula (-). teraba
Leher : Pembesaran Kelenjar Getah Perkusi : Timpani
Bening (-) Auskultasi : Peristaltik meningkat (+)

Thorax : Simetris, fusiform Ektremitas


Jantung Atas : Akral hangat (+), sianosis (-)
Inspeksi : Iktus cordis tidak tampak Bawah : Akral hangat (+), sianosis (-)
Palpasi : Iktus cordis tidak teraba
Perkusi : Tidak dilakukan pemeriksaan Genitalia : Tidak dilakukan pemeriksaan
Auskultasi : S1 dan S2 normal, regular,
Pemeriksaan Darah Rutin
(01/07/24)
PARAMETER NILAI RUJUKAN

WBC 15,50 [10^3/uL] 4000 – 11000


RBC 4,84 [10^6/uL] 4,0 – 5,50
HGB 11,30 g/dL 12,00 – 16,00
HCT 33,20 [%] 36,00 – 48,00
MCV 69,00 fL 80,00 – 97,00
MCH 23,00 Pg 27,00 – 33,70
MCHC 34,00 [g/dL] 31,50 – 35,00
PLT 384.000,00 [10^3/uL] 150000 – 450000
RDW – CV 13,50 [%] 10,00 – 15,00
RDW – SD 40,40 fL 35,00 – 47,00
PDW 15,60 fL 10,00 – 18,00
MPV 8,70 fL 6,50 – 11,00
PCT 0,334 [%] 0,20 – 0,50
Neut 68,00 [%] 50,00 – 70,00
Lymph 20,00 [%] 20,00 – 40,00
Mono 12,00 [%] 2,00 – 8,00
Eo 0,00 [%] 2,00 – 4,00
Baso 0,00 [%] 0,00 – 1,00
EO# 0,01 [10^3/uL] 0,00 – 20,00
BASO# 0,00 [10^3/uL] 0,00 – 0,00
NEUT# 10,50 [10^3/uL] 0,00 – 0,00
LYMPH# 3,11 [10^3/uL] 0,00 – 0,00
MONO# 1,81 [10^3/uL] 0,00 – 0,00
Pemeriksaan Imunoserologi
(01/07/24)

PEMERIKSAAN HASIL NILAI


IMUNOSEROLOG RUJUKAN
I

CRP Kuantitatif <5,0 mg/dl 0 -10 mg/dl


Diagnosa
Diagnosa
Diagnosa Kerja Banding

1) Gastroenteritis
Gastroenteritis akut 2) Kolera
3) Disentri
+ dehidrasi ringan 4) Diare persisten
sedang 5) Diare dengan
malnutrisi berat
Terapi dan Prognosa

Terapi b. Inj. Ondansetron 1mg.


1. Terapi cairan dehidrasi ringan 4. Terapi di Bangsal
sedang a. IVFD Ringer Lactat guyur
75cc/kgBB selama 4 jam sampai BAK (+). Selanjutnya
= 75cc/10kgBB selama 4 jam 1000cc/24jam
= 187,5 cc/jam b. Inj. Ondansentron 2mg/12
= 187 tetes/menit (mikro) jam.
2. Kebutuhan cairan maintenance c. Zinc 1 x 20mg
(Holliday Segar) 5. Terapi Berobat Jalan
0 – 10kg = 100cc/kgBB/hari Zinc 1 x 20mg
= 100cc/10kgBB/hari
= 1000cc/hari Prognosa
= 41,6 cc/jam Dubia et vitam :
= 41,6 tetes/menit Bonam
(mikro) Dubia et functionam : Bonam
3. Terapi di IGD Dubia et sanationam: Bonam
Follow Up
Follow Up
Follow Up
TERIM
A
KASIH

Das könnte Ihnen auch gefallen