0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
47 Ansichten1 Seite

Tugas Tutorial 3 Hubungan Industrial

Tugas

Hochgeladen von

maifta
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als DOCX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen
0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
47 Ansichten1 Seite

Tugas Tutorial 3 Hubungan Industrial

Tugas

Hochgeladen von

maifta
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als DOCX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen

1.

Lima bentuk penyelesaian perselisihan yang dapat dilakukan diluar pengadilan adalah sebagai
berikut :
a. Penyelesaian melalui Bipartit
Penyelesaian perselisihan hubungan industrial dengan perundingan ini dilakukan oleh
karyawan dan serikat pekerja. Penyelesaian dengan perundingan ini bersifat wajib karena
kedua belah pihak yang berselisih mencatatkan perselisihannya pada instansi
ketenagakerjaan dengan melampirkan bukti upaya penyelesaian perselihan. Perundingan ini
bersifat mengikat dan memiliki kekuatan hukum yang harus diaptuhi oleh kedua belah pihak
yang berselisih.
b. Penyelesaian melalui Mediasi
Penyelesaian perselisihan dengan menggunakan metode mediasi dilakukan oleh antar
serikat pekerja dalam satu perusahaan melalui musywarah yang ditengahi oleh seorang atau
bisa lebih mediator yang sifatnya netral. Mediator itu sendiri merupakan pegawai instansi
pemerintah yang bertanggungjawab dalam bidang ketenagakerjaan yang memenuhi syarat
sebagai mediator yang ditunjuk oleh menteri dan bertugas untuk melaksanakan mediasi serta
memiliki kewajiban untuk memberi anjuran terhadap pihak yang sedang berselisih.
c. Penyelesaian melalui Konsiliasi
Penyelesaian perselisihan dengan metode ini dilaksanakan oleh antar serikat pekerja
dalam satu perusahaan melalui musyawarah yang ditengahi oleh seorang atau lebih
konsiliator yang netral. Konsiliator itu sendiri meupakan seorang atau lebih yang memenuhi
syarat sebagai konsiliator dan ditunjuk oleh menteri yang bertugas untuk melaksanakan
konsiliasi dan wajib memberi anjuran tertulis pada pihak yang berselisih guna untuk
menyelesaikan perselisihannya.
d. Penyelesaian melalui Abriter
Penyelesaian perselisihan dengan metode ini dilaksanakan oleh antar serikat pekerja
dalam satu perusahaan melalui kesepakatan tertulis untuk menyerahkan perselisihannya pada
abriter yang putusannya mengikat para pihak yang bersifat final. Abriter itu sendiri
merupakan seorang atau lebih yang dipilih oleh pihak yang berselisih dari daftar abriter yang
telah ditetapkan oleh menteri yang bertugas untuk memberi putusan mengenai perselihan
yang terjadi pada pihak yang berselisih.
e. Pengadilan Hubungan Industrial
Merupakan pengadilan khusus yang dibentuk di lingkungan pengadilan negeri yang
berwenang untuk memeriksa, mengadili serta memberikan putusan terhadap perselihan
hubungan industrial.
2. Hukum perburuhan atau ketenagakerjaan merupakan bagian dari hukum yang
berhubungan dengan pengaturan hubungan perburuhan baik bersifat perseorangan
maupun kolektif. Hukum perburuhan dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu
ketentuan pra-kerja, ketetntuan selama bekerja serta ketetntuan purna kerja. Sedangkan
pihak yang terlibat dalam pelaksanaan hukum perburuhan adalah pihak pegusaha, pihak
pekerja serta pihak pemerintah. Kedua hal tersebut saling berkaitan satu sama lain dengan
adanya hukum perburuhan, maka pelaksanaan praktek hubungan industrial akan berjalan
dengan baik/

Das könnte Ihnen auch gefallen