0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
26 Ansichten1 Seite

Kuis Modul 10

Modul Sosial emosional anak usia dini

Hochgeladen von

syifa ainun
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als DOCX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen
0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
26 Ansichten1 Seite

Kuis Modul 10

Modul Sosial emosional anak usia dini

Hochgeladen von

syifa ainun
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als DOCX, PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen

Modul 10

Modul 10

1. Sebutkan 5 komponen pokok pembelajaran sosial emosional!


2. Sebutkan minimal 3 beberapa contoh cara untuk mendukung pembelajaran sosial
emosional anak usia dini!
3. Bagaimana ciri-ciri anak yang telah memiliki kompetensi sosial emosional?
4. Sebutkan 3 kondisi yang harus diperhatikan agar pembiasaan dapat tercapai dengan
baik!

Jawaban:

1. Self-awareness (Kesadaran diri), management (Manajemen diri), Social awareness


(Kesadaran sosial), Relationship skills (Keterampilan hubungan), Responsible
decision-making (Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)
2. Terdapat beberapa cara untuk mendukung pembelajaran sosial-emosional anak usia
dini yaitu, berikan instruksi yang eksplisit, menyediakan perancang, berlatih melalui
buku, model aturan dan harapan, validasi dan dorong ekspresi perasaan, dan bimbing
anak menuju refleksi.
3. Ciri-ciri anak yang telah memiliki kompetensi sosial emosional antara lain adalah
kemampuan bekerja sama dengan teman sebaya, antusias untuk belajar dan mampu
mengikuti aturan kelas serta mampu mengerjakan tugas yang diberikan guru dengan
baik (Bierman dkk, 2008).
4. Kondisi yang harus diperhatikan agar pembiasaan dapat tercapai dengan baik antara
lain:
 Pembiasaan hendaknya dilakukan secara terus menerus, dijalankan secara
teratur sehingga akhirnya menjadi suatu rutinitas yang otomatis.
 Pelaksanaan pembiasaan hendaklah konsekuen, tegas sesuai kesepakatan yang
telah diambil antara anak dengan orang tua. Jangan memberi kesempatan anak
untuk melanggar pembiasaan yang telah ditetapkan.
 Pembiasaan yang mula-mulanya dipaksa harus melakukan, harus semakin
bergeser menjadi rutinitas yang disertai kata hati anak.

Das könnte Ihnen auch gefallen