0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
35 Ansichten46 Seiten

Tugas Jiwa

,nkljaaslAdlajdajdams.mclsdj;s>mcada:c;aKc;a

Hochgeladen von

apoteker elsheskin
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen
0% fanden dieses Dokument nützlich (0 Abstimmungen)
35 Ansichten46 Seiten

Tugas Jiwa

,nkljaaslAdlajdajdams.mclsdj;s>mcada:c;aKc;a

Hochgeladen von

apoteker elsheskin
Copyright
© © All Rights Reserved
Wir nehmen die Rechte an Inhalten ernst. Wenn Sie vermuten, dass dies Ihr Inhalt ist, beanspruchen Sie ihn hier.
Verfügbare Formate
Als PDF, TXT herunterladen oder online auf Scribd lesen

NAMA : ANGELIKA SIANIPAR

NIM : P71203124013
MATA KULIAH : KEPERAWATAN JIWA

1. Seorang perempuan, 50 tahun, menikah namun tidak memiliki anak. Pasien sudah 2
tahun ditinggal suaminya bekerja sebagai TKI di Hongkong. Pasien di rawat di RSJ 3
hari yang lalu untuk ketiga kalinya, dirumah tidak mau minum obat karena merasa
sudah sembuh. Pasien dibawa keluarga karena dirumah sering melamun, malas mandi
dan beberapa kali berusaha untuk pergi dari rumah. Pasien saat ini sering menyendiri,
tidak mau mandi, berjalan mondar-mandiri, berbicara dan tertawa sendiri. Diagnosa
Medis : F20.3, Therapi Medis : Chlorpromazine 25 mg (0-0-1), Haloperidol 5 mg (1-
0-1), Triheksifenidil 2 mg (1-0-1).

PENGKAJIAN UMUM

Tanggal pengkajian : Selasa, 16 juli 2024

Jam : 09.00 WIB

Oleh : Fransiska

Sumber Data : Pasien, rekam medis dan tim Kesehatan

Metode Pengumpulan Data: Wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumen

A. Identitas Pasien
Nama lengkap : Ny. B

Usia : 50 Tahun

Status perkawinan : Menikah

Warga Negara : Indonesia

Dx medis : Skizofrenia tak terinci

B. Penanggung Jawab
Nama : keluarga Ny.B

Hubungan dengan pasien : keluarga

I. ALASAN MASUK
Ny.B dibawa keluarga karena dirumah sering melamun, malas mandi dan beberapa kali
berusaha untuk pergi dari rumah. Pasien saat ini sering menyendiri, tidak mau mandi, berjalan
mondar-mandiri, berbicara dan tertawa sendiri.
II. FAKTOR PREDISPOSISI
1) Riwayat Gangguan Jiwa di Masa Lalu
Pasien sudah 2 tahun ditinggal suaminya bekerja sebagai TKI di Hongkong. Pasien di rawat
di RSJ 3 hari yang lalu untuk ketiga kalinya
2)Pengobatan Sebelumnya
Pasien mengatakan tidak mau minum obat karena merasa dirinya sudah sembuh.
Masalah keperawatan : ketidakefektifan penatalaksanaan regimen terapeutik.
3)Riwayat Anggota Keluarga yang Mengalami Gangguan Jiwa
Infromasi Keluarga tidak ada anggota keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa.
4)Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Ny B sudah 2 tahun ditinggal suaminya bekerja sebagai TKI di Hongkong
5)FISIK
a) Tanda vital :-
b) Ukur :-
c) Keluhan fisik : malas mandi dan beberapa kali berusaha untuk pergi dari
rumah, sering menyendiri, berjalan mondar-mandiri, berbicara dan tertawa sendiri.
Masalah Keperawatan: Defisit perawatan diri

III. PSIKOSOSIAL

a. Genogram
Ny.B Tn. S

Jelaskan : pasien merupakan anak pertama dari empat bersaudara, sedangkan suaminya
merupakan anak pertama dari lima bersaudara Pasien sudah 2 tahun ditinggal suaminya
bekerja sebagai TKI di Hongkong.

b. Konsep diri

Gambaran diri : klien mengatakan tidak mau minum obat karena merasa sudah sembuh

Identitas : pasien Ny. B, berjenis kelamin perempuan, usia 50 tahun

Peran : Klien mengatakan di rumah berperan sebagai istri

Ideal diri : pasien berharap setelah dari RSJ pasien dapat berkumpul lagi bersama dengan
suaminya.

Masalah Keperawatan:

c. hubungan Sosial

1) Orang yang berarti: pasien mengatakan orang terdekat adalah keluarga Ny B


2) Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain : Pasien saat ini sering menyendiri,
berjalan mondar-mandiri, berbicara dan tertawa sendiri.
Masalah keperawatan: Isolasi sosial

IV. STATUS MENTAL


a. Penampilan
rapi penggunaan pakaian tidak sesuai

cara berpakaian tidak seperti biasanya

Penjelasan: berdasarkan kasus tertulis pasien malas mandi


b. Pembicaraan
Cepat Keras Gagap
Apatis Lambat Membisu
Inkoheren berbicara dan tertawa sendiri
c. Aktivitas Motorik
Lesu Tegang Gelisah Agitasi
Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Penjelasan :

Pasien saat ini sering menyendiri, berjalan mondar-mandiri, berbicara dan tertawa
sendiri.

d. Alam perasaan
Sedih Ketakutan Putus asa
Khawatir Gembira berlebihan
Penjelasan :
Pasien sering menyendiri.
e. Afek
Datar Tumpul Labil Tidak sesuai
Penjelasan : berbicara dan tertawa sendiri.
f. Isi pikir
Obsesi Fobia Hipokondria
Depersonalisasi Ide yang terkait halusinasi
g. Disorientasi
Waktu Tempat Orang
Penjelasan :
Pasien tidak mampu mengenali lingkungan dimana ia berada ditrandai dengan
pasien beberapa kali berusaha untuk pergi dari rumah.
V. Masalah Psikososial dan Lingkungan:

1) Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik; pasien sering menyendiri

2) Masalah dengan perumahan

ditinggal suaminya bekerja sebagai TKI di Hongkong selama 2 tahunn

3) Masalah dengan pelayanan Kesehatan

Tidak patuh minum obat

Masalah Keperawatan: -

VI. Pengetahuan Kurang Tentang:

Kepatuhan minum obat karena pasien merasa sudah sembuh

Masalah Keperawatan : -

VII. Aspek Medik

Diagnosa Medik : Skizofrenia Tak terinci


Terapi medik
Hari/ Nama Obat Dosis Rute Jam Reaksi Obat
Tanggal dan Pembe
Satuan rian

Selasa, 16 Chlorpromaz 1x 25 mg Oral per/ 24 Obat Chlorpromazine adalah obat


juli 2024 ine jam yang digunakan untuk mengatasi
masalah mental atau suasana hati,
seperti skizofrenia, gangguan
psikotik, fase mania dari
gangguan bipolar, dan masalah
perilaku yang parah pada anak-
anak, seperti ADHD.

Trihexipheni 2x2mg Oral Per 12 obat untuk mengatasi gejala


dil jam penyakit Parkinson dan gejala
ekstrapiramidal akibat
penggunaan obat antipsikotik
tertentu. Gejala ekstrapiramidal
meliputi kekakuan otot, gerak
tubuh yang tidak terkendali, dan
tremor.

Haloperidol 2x5mg Oral Per 12 Haloperidol adalah obat untuk


jam mengatasi gangguan suasana hati
atau gangguan mental seperti
skizofrenia dan gangguan
skizoafektif. Obat ini adalah
golongan obat antipsikotik yang
bekerja dengan cara menjaga
keseimbangan neurotransmitter -
zat alami di otak- yang mengatur
kesehatan mental.
VIII. Analisa Data
Pasien Ny.B

DATA PENYEBAB MASALAH

Tanggal 16 Juli 2024

DS : Gangguan psikologis Defisit Perawatan Diri

Keluarga mengatakan pasien malas (SDKI 2017, D.0109) (SDKI 2017, D.0109)
untuk mandi

DO :

Pasien tidak mau mandi

Tanggal 16 Juli 2024

DS: Perubahan Isolasi sosial

Keluarga pasien mengatakan penamapilan fisik,


(SDKI 2017, D.0121)
Pasien saat ini sering menyendiri dan status mental

DO: (SDKI 2017, D.0121)

Pasien menarik diri, tidak


berminat/menolak berinteraksi
dengan orang lain.

Tanggal 16 Juli 2024 Gangguan Gangguan persepsi

pendengaran dan sensori


DS:
penglihatan (SDKI 2017, D.0085)
Keluarga pasien mengatakan Pasien
sering melamun, berbicara dan tertawa (SDKI 2017, D.0085)
sendiri.

DO:
Pasien telihat menyendiri, melamun,
mondar-mandir, berbicara dan tertawa
sendiri

IX. DIAGNOSIS KEPERAWATAN


1. Gangguan psikologi berhubungan dengan Defisit Perawatan Diri
2. Perubahan penamapilan fisik, dan status mental berhubungan dengan Isolasi
sosial
3. Gangguan pendegaran, gangguan penglihatan berhubungan dengan gangguan
persepsi sensori
X. INTERVENSI KEPERAWATAN
Pasien Ny.B

NO HARI/ DIAGNOSA
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL TINDAKAN KEPERAWATAN
TANGGAL KEPERAWATAN

1. Selasa,16 Gangguan psikologi Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x Dukungan perawatan diri: mandi (I.11352)
Juli 2024 berhubungan dengan 24 jam diharapkan gangguan psikologi berhubungan
Observasi
Defisit Perawatan dengan Defisit Perawatan Diri (SDKI 2017, D.
Diri (SDKI 2017, D. 0109). - Identifikasi usia dan budaya dalam membantu
0109). kebersihan diri
Ekspektasi : Membaik
- Identifikasi jenis bantuan yang dibutuhkan
Kriteria Hasil A T
- Monitor kebersihan tubuh (mis: rambut, mulut,
(Awal) (Target) kulit, kuku)

Kemampuan mandi 3 4 - Monitor integritas kulit

meningkat
Terapeutik

- Sediakan peralatan mandi (mis: sabun, sikat


gigi, shampoo, pelembab kulit)
Kemampuan 3 4 - Sediakan lingkungan yang aman dan nyaman
mengenakan pakaian - Fasilitasi menggosok gigi, sesuai kebutuhan
meningkat - Fasilitasi mandi, sesuai kebutuhan
- Pertahankan kebiasaan kebersihan diri
- Berikan bantuan sesuai tingkat kemandirian
Kemampuan makan 3 4
meningkat Edukasi

Kemampuan ke toilet 3 4 - Jelaskan manfaat mandi dan dampak tidak


(BAB/BAK) meningkat mandi terhadap Kesehatan
- Ajarkan kepada keluarga cara memandikan
Verbalisasi keinginan 3 4
pasien, jika perlu
melakukan perawatan
diri meningkat

Minat melakukan 3 4
perawatan diri meningkat

Keterangan :
1) Menurun
2) Cukup menurun
3) Sedang
4) Cukup meningkat
Meningkat
2 Selasa,16 Perubahan Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x promosi sosialisasi (I.13498)
Juli 2024 penamapilan fisik, 24 jam diharapkan Perubahan penamapilan fisik,
Observasi
dan status mental dan status mental berhubungan dengan Isolasi sosial
berhubungan dengan (SDKI 2017, D. 0121) - Identifikasi kemampuan melakukan interaksi
Isolasi sosial (SDKI dengan orang lain
Ekspektasi : Membaik
2017, D. 0121) - Identifikasi hambatan melakukan interaksi dengan
Kriteria Hasil A T
orang lain
Minat interaksi meningkat 3 2
Terapeutik
Verbalisasi isolasi menurun 3 2

Verbalisasi ketidakamanan 3 2 - Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu


ditempat umum menurun hubungan
- Motivasi kesabaran dalam mengembangkan suatu
Perilaku menarik diri menurun 3 2
hubungan
- Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan
kegiatan kelompok
- Motivasi berinteraksi di luar lingkungan (mis:
Keterangan : jalan-jalan, ke toko buku)
5) Menurun - Diskusikan kekuatan dan keterbatasan dalam
6) Cukup menurun berkomunikasi dengan orang lain
7) Sedang - Diskusikan perencanaan kegiatan di masa depan
8) Cukup meningkat - Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri
Meningkat - Berikan umpan balik positif pada setiap
peningkatan kemampuan

Edukasi

- Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara


bertahap
- Anjurkan ikut serta kegiatan sosial dan
kemasyarakatan
- Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain
- Anjurkan meningkatkan kejujuran diri dan
menghormati hak orang lain
- Anjurkan penggunaan alat bantu (mis: kacamata
dan alat bantu dengar)
- Anjurkan membuat perencanaan kelompok kecil
untuk kegiatan khusus
- Latih bermain peran untuk meningkatkan
keterampilan komunikasi
- Latih mengekspresikan marah dengan tepat

3. Selasa,16 Gangguan Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama Manajemen Halusinasi ( I.09288)
Juli 2024 pendengaran , 3 x 24 jam diharapkan gangguan persepsi Observasi:
gangguan sensori: Halusinasi pendengaran, halusinasi - Monitor perilaku yang mengidentifikasi
penglihatan b.d penglihatan dapat teratasi dengan kriteria hasil: halusinasi
Gangguan persepsi Persepsi Sensori (L.09083) - Monitor isi halusinasi
sensori (SDKI, Ekspektasi : Membaik Terapeutik :
2017, D.0085, - Pertahankan lingkungan yang aman
hal.190) Kriteria Hasil A T - Diskusikan perasaan dan respons terhadap
Validasi mendengar bisikan 3 2 halusinasi
Validasi melihat bayangan 3 2 - Hindari perdebatan tentang validasi halusinasi
Perilaku halusinasi 3 2 Edukasi :
Distorsi sensori 3 2 - Anjurkan memonitor sendiri situasi terjadinya
Menarik diri 3 2 halusinasi
Melamun 3 2 - Anjurkan bicara pada orang yang dipercaya
Konsentrasi 4 2 untuk memberi dukungan dan umpan balik
- korektif terhadap halusinasi

Keterangan : - Anjurkan melakukan distraksi ( mis.

9) Menurun Mendengarkan musik, melakukan aktivitas dan

10) Cukup menurun teknik relaksasi)

11) Sedang - Ajarkan pasien cara mengontrol halusinasi

12) Cukup meningkat Kolaborasi:


Meningkat Kolaborasi pemberian obat antipsikotik dan
antiansietas, jika perlu
2. Seorang perempuan, 36 tahun, dibawa oleh keluarga ke RS Jiwa karena
dirumah mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum
obat hama tanaman namun upaya tersebut berhasil digagalkan. Pasien
pernah bertunangan namun gagal menikah. Pasien di rawat di RSJ 3 hari
yang lalu untuk ketiga kalinya, dirumah tidak mau minum obat karena
merasa sudah sembuh. Hasil pengkajian didapatkan data pasien
mengatakan merasa hidup sudah tidak berarti lagi, malu, rasanya ingin mati
saja dan lebih suka menyediri di kamar. Diagnosa Medis : F20.0, Therapi
Medis : Rizperidone 2 mg (1-1-1), Triheksifenidil 2 mg (1-1-1).
PENGKAJIAN UMUM

Tanggal pengkajian : Senin, 13 Juli 2024

Jam : 09.00 WIB

Oleh : Angelika Sianipar

Sumber Data : Pasien, rekam medis dan tim kesehatan

Metode Pengumpulan Data: Wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi


dokumen

A. Identitas Pasien
Nama lengkap : Nn. A

Usia : 36 Tahun

Alamat :-

Status perkawinan : Belum Menikah

Agama :-

Warga Negara : Indonesia

Pendidikan :-

Pekerjaan :-

Tanggal masuk RS :-
Dx medis Utama : F20.0

B. Penanggung Jawab
Nama :-

Hubungan dengan pasien : -

Alamat :-

Pekerjaan :-

I. ALASAN MASUK
Karena mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan cara meminum
obat hama tanaman

II. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Riwayat Gangguan Jiwa di Masa Lalu
Klien mengatakan sudah 3 hari dirawat di rumah sakit untuk
ketiga kalinya

2. Pengobatan Sebelumnya
Menurut status: Pasien tidak mau minum obat karena merasa
sudah sembuh

Masalah keperawatan: ketidakefektifan penatalaksanaan


regimen terapeutik.

3. Riwayat Anggota Keluarga yang Mengalami


Gangguan Jiwa

Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga klien yang mengalami


gangguan jiwa.

4. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan

Jelaskan: klien mengatakan pasien pernah bertunangan namun gagal


menikah dan membuat klien merasa hidup sudah tidak berarti lagi,
malu, rasa ingin mati dan lebih suka menyendiri di kamar.
III. FISIK

a. Tanda vital : TD:110/80mmHg N: 97 S: 360C SPO2: 99%

b. Ukur : TB: 155 cm, BB: 50kg, IMT: 20,8

c. Keluhan fisik :-

d. Masalah Keperawatan: -
IV. PSIKOSOSIAL

a. Genogram

Nn.
A

Ket : = Perempuan

= Laki-laki

Jelaskan : klien merupakan anak ketiga dari empat


bersaudara, klien tinggal dengan orangtua.

Konsep diri

1. Gambaran diri : klien mengatakan merasa hidup


sudah tidak berarti lagi, malu, rasa ingin mati dan
lebih suka menyendiri di kamar dan mecoba untuk
bunuh diri dengan meminum obat hama tanaman
2. Identitas : Klien Nn.A, berjenis kelamin
perempuan, usia 36 tahun

3. Peran : Klien mengatakan dia berperan sebagai anak


dewasa di rumah

4. Ideal diri : Klien berharap setelah keluar dari


RSJ pasien dapat segera menikah.

5. Harga diri : Klien mengatakan dirinya merasa


merasa hidup sudah tidak berarti lagi, malu, rasa
ingin mati dan lebih suka menyendiri di kamar

Masalah Keperawatan: -Isolasi sosial

-Resiko bunuh diri

b. Hubungan Sosial
1. Orang yang berarti: klien mengatakan orang terdekat klien
adalah kedua orangtuanya

2. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat: klien


mengikuti karang taruna

Masalah Keperawatan: -

3. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain: Klien


meras malu dan lebih suka menyendiri di kamar

Masalah keperawatan: Isolasi Sosial

c. Spiritual

1. Nilai dan keyakinan: klien mengatakan bahwa klien


beragama islam dan selalu rajin sholat serta membaca Al-
Quran.

2. Kegiatan ibadah: klien mengatakan rajin sholat 5 waktu

Masalah Keperawatan: -
V. STATUS MENTAL
a. Penampilan
rapi penggunaan pakaian tidak sesuai

cara berpakaian tidak seperti biasanya

Penjelasan:
Pasien tampak berpakaian rapi dan tampak bersih.
b. Pembicaraan
Cepat Keras Gagap
Apatis Lambat Membisu
Inkoheren Tidak mampu memulai pembicaraan

Penjelasan :

Pembicaraan dengan klien cepat dan keras , dimana klien setiap


berbicara berbelit-belit tetapi sampai tujuan pembicaraan.

c. Aktivitas Motorik
Lesu Tegang Gelisah Agitasi
Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Penjelasan :

Klien tampak tegang, dan gelisah saat diajak berbicara dan bercerita.
Pasien tampak berbicara dan bercerita seakan tergesa gesa dan
menginginkan untuk pulang segera.

d. Alam perasaan
Sedih Ketakutan Putus asa
Khawatir Gembira berlebihan
Penjelasan :
Pasien merasa sedih dan ingin segera pulang, karena sudah merindukan
rumah dan berkumpul Bersama keluarganya.
e. Afek
Datar Tumpul Labil Tidak sesuai
Penjelasan :
Ekspresi klien labil saat diamati karena emosi klien cepat berubah ubah.
f. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan Kontak mata (-) Kadang
kooperatif
Defensif Mudah tersinggung Curiga
Penjelasan :
Klien tampak Defensif selalu berusaha mempertahankan pendapat dan
kebenarannya.
g. Persepsi
Pendengaran Penglihatan Perabaan
Pengecapan Penghidu
Penjelasan :

Klien setiap berbicara lebihh banyak menunduk dan tidak menatap


lawan bicara

Masalah keperawatan : -

h. Proses pikir
Sirkumtansial Tangensial Kehilangan asosiasi
Flight of idea Blocking Persevarasi
Penjelasan :
Klien tampak berbicara secara berbelit belit tetapi sampai pada tujuan
pembicaraan.
i. Isi pikir
Obsesi Fobia Hipokondria
Depersonalisasi Ide yang terkait Pikiran magis
Waham
Agama Somatik Kebesaran
Nihilistik Sisip pikir Siar pikir
Curiga Kontrol pikir
Masalah keperawatan:
j. Tingkat kesadaran
Bingung Sedasi Stupor
Disorientasi
Waktu Tempat Orang
Penjelasan : Pasien tampak bingung ketika ditanya
k. Memori
Jangka panjang Jangka pendek
Saat ini Konfabulasi
Penjelasan:
l. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Mudah beralih Tidak mampu konsetrasi
Mampu berhitung sederhana
Penjelasan:
Pasien tidak dapat fokus pada masalah yang ditanyakan
Masalah keperawatan: -.
m. Kemampuan penilaian
Gangguan ringan Gangguan bermakna
Penjelasan:
Kemampuan penilaian pasien yaitu gangguan ringan. Dimana jika
diberi kesempatan untuk memilih pasien masih bisa mengambil
keputusan secara mandiri. (seperti: mengobrol terlebih daluhu atau
makan dahulu)
Masalah keperawatan: -
n. Kemampuan Penilaian
Mampu mengambil keputusan sendiri
Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Penjelasan:
Klien dapat mengambil keputusan yang sederhana seperti ikut ke
rehabilitasi atau melakukan terapi aktivitas kelompok dibangsal.
Masalah keperawatan: -
VI. Kebutuhan Persiapan Pulang
1. Makan
klien dapat makan secara mandiri, tanpa bantuan.

2. BAB/BAK
klien dapat BAB dan BAK secara mandiri tanpa bantuan.

3. Mandi
klien dapat mandi secara mandiri tanpa bantuan.

4. Berpakaian/berhias
klien dapat berpakaian dan berhias secara mandiri tanpa bantuan.

5. Istirahat dan tidur


- Tidur siang lama : 13.00 s/d 14.00
- Tidur malam lama : 22.00 s/d 05.00
- Kegiatan sebelum / sesudah tidur: Pengkajian tanggal 13 juli
2024 shift pagi, jam 06.00 WIB sarapan pagi dan mandi, jam
08.00 WIB senam pagi di bangsal, jam 09.00-11.00 ke ruang
rehabilitasi, Jam 12.00WIB kegiatan makan siang, lalu jam
13.00WIB klien tidur siang.

6. Penggunaan obat
Hari/ Nama Obat Dosis Rute Jam Reaksi Obat
Tangga dan Pemberian
l Satuan
Sabtu, Rizperidone 3x2mg PO per/ 8 jam Obat untuk
13 Juli mmembantu
2024 menstabilkan
emosi,
menjernihkan
pikiran penderita
dan mengurangi
psikosis
Skizofrenia
Trihexipheni 3x2mg Oral Per 8 jam obat untuk
dil mengatasi gejala
penyakit Parkinson
dan gejala
ekstrapiramidal aki
bat penggunaan
obat antipsikotik
tertentu. Gejala
ekstrapiramidal
meliputi kekakuan
otot, gerak tubuh
yang tidak
terkendali, dan
tremor.

7. Pemeliharaan Kesehatan
Klien sudah menjalani perawatan lanjutan seperti obat yang harus
rutin diminum setelah pulang dari rumah sakit jiwa, serta perawatan
pendukung dari keluarga untuk memotivasi klien minum obat.

8. Kegiatan di dalam rumah

Klien mengatakan sebagai anak klien biasa membatu ibunya


melakukan pekerjaan rumah tangga dan memasak.

Masalah Keperawatan : -
VII. Mekanisme Koping
Klien mengikuti olahraga senam di bangsal setiap pagi, klien
mampu mengikuti aktivitas konstruktif seperti menjahit di ruang
rehabilitasi, klien mampu berbicara dan berbaur dengan orang
lain.

VIII. Masalah Psikososial dan Lingkungan:


1. Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik, Klien
mencoba untuk bisa bergaul dengan kelompok
disekitarnya.
2. Masalah berhubungan dengan lingkungan, spesifik,
Klien masih merasa malu dengan dirinya tapi klien
sudah mulai mencoba bergaul dengan lingkungan
sekitarnya.

3. Masalah dengan pendidikan

Tidak ada masalah

4. Masalah dengan pekerjaan

Tidak ada

5. Masalah dengan perumahan

Tidak ada masalah

6. Masalah ekonomi

Tidak ada masalah

7. Masalah dengan pelayanan kesehatan

Tidak ada masalah

Masalah Keperawatan: -
IX. Pengetahuan Kurang Tentang:
Klien tidak mengetahui manfaat minun obat secara teratur

Masalah Keperawatan : -

X. Aspek Medik
- Diagnosa Medik : Skizofrenia Paranoid

XI. Analisa Data


DATA PENYEBAB MASALAH
Tanggal 13 Juli 2024
Pukul 08.00 WIB
DS :
-Klien melakukan percobaan bunuh diri Masalah Sosial Risiko Bunuh Diri
dengan meminum obat hama tanaman
-Klien mengatakan merasa hidup sudah
tidak berarti lagi dan rasa ingin mati saja
DO :
Klien tampak gelisah, malu, sedih dan
tampak menyendiri
Tanggal 13 Juli 2024
Pukul 09.00 WIB
DS: Klien mengatakan malu, dan suka
menyendiri di kamar
DO: Ketidakmampuan Isolasi Sosial
Klien tampak diam, menarik diri dan menjalin hubungan
tidak berminat berinteraksi dengan yang memuaskan
orang lain atau lingkungan

XII. DIAGNOSIS KEPERAWATAN


1. Risiko Bunuh Diri Berhubungan dengan Masalah Sosial
2. Isolasi Sosial berhubungan dengan Ketidakmampuan menjalin hubungan
yang memuaskan
XIII. INTERVENSI KEPERAWATAN
Klien Ny. S di Ruang Helikonia RSJD Soedjarwadi Klaten

NO HARI/ DIAGNOSA
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL TINDAKAN KEPERAWATAN
TANGGAL KEPERAWATAN
1. Sabtu, Risiko Bunuh Diri Setelah dilakukan intervensi keperawatan
selama 3 x 24 jam, maka kontrol diri Manajemen mood adalah intervensi yang dilakukan
14/07/24 Berhubungan dengan oleh perawat untuk mengidentifikasi dan mengelola
meningkat, dengan kriteria hasil:
Masalah Sosial [Link] keinginan bunuh diri menurun keselamatan, stabilisasi, pemulihan, dan perawatan
[Link] isyarat bunuh diri menurun gangguan mood (keadaan emosional yang bersifat
[Link] ancaman bunuh diri menurun sementara)
[Link] rencana bunuh diri menurun
Tindakan yang dilakukan pada intervensi manajemen
mood berdasarkan SIKI, antara lain:

Observasi

• Identifikasi mood (mis: tanda, gejala, Riwayat


penyakit)
• Identifikasi risiko keselamatan diri atau orang lain
• Monitor fungsi kognitif (mis: konsentrasi, memori,
kemampuan membuat keputusan)
• Monitor aktivitas dan tingkat stimulasi lingkungan

Terapeutik
• Fasilitasi pengisian kuesioner self-report (mis: beck
depression inventory, skala status fungsional), jika
perlu
• Berikan kesempatan untuk menyampaikan perasaan
dengan cara yang tepat (mis: sandsack, terapi seni,
aktivitas fisik)
Edukasi

• Jelaskan tentang gangguan mood dan


penanganannya
• Anjurkan berperan aktif dalam pengobatan dan
rehabilitasi, jika perlu
• Anjurkan rawat inap sesuai indikasi (mis: risiko
keselamatan, deficit perawatan diri, sosial)
• Ajarkan mengenali pemicu gangguan mood (mis:
situasi stres, masalah fisik)
• Ajarkan memonitor mood secara mandiri (mis: skala
tingkat 1 – 10, membuat jurnal)
• Ajarkan keterampilan koping dan penyelesaian
masalah baru
Kolaborasi

• Kolaborasi pemberian obat, jika perlu


• Rujuk untuk psikoterapi (mis: perilaku, hubungan
interpersonal, keluarga, kelompok), jika perlu
2 Sabtu, Isolasi sosial
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3 x Promosi sosialisasi adalah intervensi yang
14/03/23 berhubungan dengan 24 jam, maka keterlibatan sosial meningkat, dengan dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan
ketidakmampuan kriteria hasil: kemampuan pasien untuk berinteraksi dengan
orang lain.
menjalin hubungan 1. Minat interaksi meningkat
yang memuaskan 2. Verbalisasi isolasi menurun Tindakan yang dilakukan pada intervensi promosi
3. Verbalisasi ketidakamanan ditempat umum sosialisasi berdasarkan SIKI, antara lain:
menurun
4. Perilaku menarik diri menurun Observasi

• Identifikasi kemampuan melakukan interaksi


dengan orang lain
• Identifikasi hambatan melakukan interaksi
dengan orang lain
Terapeutik

• Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam


suatu hubungan
• Motivasi kesabaran dalam mengembangkan
suatu hubungan
• Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru
dan kegiatan kelompok
• Motivasi berinteraksi di luar lingkungan (mis:
jalan-jalan, ke toko buku)
• Diskusikan kekuatan dan keterbatasan dalam
berkomunikasi dengan orang lain
• Diskusikan perencanaan kegiatan di masa
depan
• Berikan umpan balik positif dalam perawatan
diri
• Berikan umpan balik positif pada setiap
peningkatan kemampuan
Edukasi

• Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara


bertahap
• Anjurkan ikut serta kegiatan sosial dan
kemasyarakatan
• Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang
lain
• Anjurkan meningkatkan kejujuran diri dan
menghormati hak orang lain
• Anjurkan penggunaan alat bantu (mis:
kacamata dan alat bantu dengar)
• Anjurkan membuat perencanaan kelompok
kecil untuk kegiatan khusus
• Latih bermain peran untuk meningkatkan
keterampilan komunikasi
• Latih mengekspresikan marah dengan tepat
1. Laki-laki, 46 tahun, dibawa oleh keluarga ke RS Jiwa karena dirumah
bingung, bicara tidak nyambung dan beberapa kali mencoba meninggalkan
rumah. Pasien belum menikah dan pernah bekerja sebagai buruh pabrik
namun di PHK. Pasien di rawat di RSJ 1 minggu yang lalu untuk kedua
kalinya, dirumah tidak mau minum obat karena merasa bosan. Saat dikaji,
pasien mengatakan bahwa dia adalah seorang Bupati dan akan mencalonkan
diri sebagai Presiden pada Pemilu 2024 dan pernyataan tersebut selalu
diulang-ulang saat beriteraksi dengan perawat. Hasil pengamatan, pasien
kadang bicara sendiri, mondar-mandir, melamun, jarang berinteraksi dengan
teman sekamar. Diagnosa Medis : F20.3, Therapi Medis : Rizperidone 2 mg
(1-1-1), Clozapine 25 mg (1-1-1).
PENGKAJIAN UMUM
Tanggal pengkajian : Selasa, 16 Juli 2024

Jam : 11.00 WIB

Oleh : Nurul Azizah

Sumber Data : Pasien dan rekam medis

Metode Pengumpulan Data: Wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi


dokumen

C. Identitas Pasien
Nama lengkap : Tn.S

Tempat/tanggal lahir : Yogyakarta, 23 Mei 1978

Alamat : Godean, Sleman

Status perkawinan : Belum Menikah


Agama : Islam

Warga Negara : Indonesia

Pendidikan : SD

Pekerjaan : Buruh Pabrik

Tanggal masuk RS : 16 Juli 2024

Dx medis Utama : Skizofrenia paranoid

D. Penanggung Jawab
Nama : Tn. B

Hubungan dengan pasien : Adik

Alamat : Gamping, Sleman

Pekerjaan : Wiraswasta

XIV. ALASAN MASUK


Tanggal 10 Juli 2024, klien di bawa ke IGD Rsj karena dirumah
bingung, bicara tidak nyambung dan beberapa kali mencoba
meninggalkan rumah. Pasien belum menikah dan pernah bekerja
sebagai buruh pabrik namun di PHK.

XV. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Riwayat Gangguan Jiwa di Masa Lalu
Klien mengatakan pernah dibawa ke RSJ sebelumnya,
Menurut status : pasien dirawat di RSJ sudah 1 kali dan ini
yang kedua kalinya yaitu pada tanggal 10 Juli 2024.
2. Pengobatan Sebelumnya
Pasien mengatakan dirumah tidak mau minum obat karena
merasa bosan. Menurut status : pasien tidak mau minum obat
karena bosan.
Masalah keperawatan : ketidakefektifan penatalaksanaan
regimen terapeutik.

3. Riwayat Anggota Keluarga yang Mengalami


Gangguan Jiwa

Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga klien yang mengalami


gangguan jiwa.

4. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan

Jelaskan: klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit, klien pernah


bekerja sebagai buruh pabrik namun di PHK.

XVI. FISIK
a. Tanda vital : TD:140/90 mmHg N: 100 S: 360C SPO2: 99%

b. Ukur : TB: 170 cm, BB: 70 kg

c. Keluhan fisik :-

Masalah Keperawatan: -

XVII. PSIKOSOSIAL

a. Genogram

Tn.s
Jelaskan : klien merupakan anak pertama dari 2
bersaudara, klien masih tinggal Bersama orangtua dan
adiknya.

b. Konsep diri
1. Gambaran diri : klien mengatakan dirinya tidak
memiliki kekurangan secara fisik, klien mengatakan
tidak ada bagian tubuh yang klien tidak suka

2. Identitas : Klien Tn.S, berjenis kelamin Laki-


laki , usia 46 tahun

3. Peran : Klien mengatakan di rumah berperan


sebagai tulang punggung keluarga.

4. Ideal diri : Klien berharap setelah dari RSJ


Klaten klien dapat berkumpul lagi bersama dengan
keluarganya.

5. Harga diri : klien mengatakan dirinya merasa


dihargai orang lain.

Masalah Keperawatan: -

c. Hubungan Sosial
1. Orang yang berarti: klien mengatakan orang terdekat klien
adalah orangtuanya.

2. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : klien


jarang berinteraksi dengan tetangganya.

Masalah Keperawatan : isolasi sosial

3. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang Lain : klien


mengatakan tidak memiliki masalah dengan tetangganya.

d. Spiritual
1. Nilai dan keyakinan : klien mengatakan bahwa klien
beragama Islam dan selalu rajin beribadah serta membaca
Al-quran.

2. Kegiatan ibadah: klien mengatakan rajin beribadah ke


masjid

Masalah Keperawatan: -

XVIII. STATUS MENTAL


a. Penampilan
rapi penggunaan pakaian tidak sesuai

cara berpakaian tidak seperti biasanya

Penjelasan:
Pasien tampak berpakaian rapi dan tampak bersih.
b. Pembicaraan
Cepat Keras Gagap
Apatis Lambat Membisu
Inkoheren Tidak mampu memulai pembicaraan

Penjelasan :

Pembicaraan dengan klien cepat dan keras , dimana klien setiap


berbicara berbelit-belit tetapi sampai tujuan pembicaraan.

c. Aktivitas Motorik
Lesu Tegang Gelisah Agitasi
Tik Grimasen Tremor Kompulsif

Penjelasan :

Klien tampak tegang, dan gelisah saat diajak berbicara dan bercerita.
Pasien tampak berbicara dan bercerita seakan tergesa gesa dan kadang
bicara sendiri.
d. Alam perasaan
Sedih Ketakutan Putus asa
Khawatir Gembira berlebihan
Penjelasan :
Pasien merasa sedih dan ingin segera pulang, karena sudah merindukan
rumah dan berkumpul Bersama keluarganya.
e. Afek
Datar Tumpul Labil Tidak sesuai
Penjelasan :
Ekspresi klien labil saat diamati karena emosi klien cepat berubah ubah.
f. Interaksi selama wawancara
Bermusuhan Kontak mata (-) Kadang
kooperatif
Defensif Mudah tersinggung Curiga
Penjelasan :
Klien tampak Defensif selalu berusaha mempertahankan pendapat dan
kebenarannya.
g. Persepsi
Pendengaran Penglihatan Perabaan
Pengecapan Penghidu
Penjelasan :

Klien setiap berbicara sangat mudah teralihkan dan sering bicara


sendiri. Klien mengatakan bahwa dia adalah seorang Bupati dan akan
mencalonkan diri sebagai Presiden pada Pemilu 2024 dan pernyataan tersebut
selalu diulang-ulang saat beriteraksi.

Masalah keperawatan : Halusinasi

h. Proses pikir
Sirkumtansial Tangensial Kehilangan asosiasi
Flight of idea Blocking Persevarasi
Penjelasan :
Klien tampak berbicara secara berbelit belot tetapi sampai pada tujuan
pembicaraan.
i. Isi pikir
Obsesi Fobia Hipokondria
Depersonalisasi Ide yang terkait Pikiran magis
Waham
Agama Somatik Kebesaran
Nihilistik Sisip pikir Siar pikir
Curiga Kontrol pikir
Masalah keperawatan: Waham Kebesaran

Penjelasan : Klien mengatakan bahwa dia adalah seorang Bupati dan akan
mencalonkan diri sebagai Presiden pada Pemilu 2024 dan pernyataan tersebut
selalu diulang-ulang saat beriteraksi.

j. Tingkat kesadaran
Bingung Sedasi Stupor
Disorientasi
Waktu Tempat Orang
Penjelasan :
Pasien merasa dirumah bingung, bicara tidak nyambung dan beberapa kali
mencoba meninggalkan rumah
k. Memori
Jangka panjang Jangka pendek
Saat ini Konfabulasi
Penjelasan:
Pasien sering bercerita dengan mengatakan sesuatu infomasi yang
dibuat buat dan tidak sesuai dengan fakta yang ada di status rekam
medis,.
Masalah keperawatan : waham kebesaran behubungan dengan faktor
psikodinamik ditandai dengan isi pikir tidak sesuai realita.
l. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Mudah beralih Tidak mampu konsetrasi
Mampu berhitung sederhana
Penjelasan:
Pasien mudah beralih dari satu objek ke objek lainnya. Akan tetapi
pasien mampu berhitung dengan benar, ketika disuruh menghitung 1
sampai 10 pasien bisa menjawabnya dengan benar.
Masalah keperawatan: -.
m. Kemampuan penilaian
Gangguan ringan Gangguan bermakna
Penjelasan:
Kemampuan penilaian pasien yaitu gangguan ringan. Dimana jika
diberi kesempatan untuk memilih pasien masih bisa mengambil
keputusan secara mandiri. (seperti : mengobrol terlebih daluhu atau
makan dahulu)
Masalah keperawatan: -
n. Kemampuan Penilaian
Mampu mengambil keputusan sendiri
Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
Penjelasan:
Klien dapat mengambil keputusan yang sederhana seperti ikut ke
rehabilitasi atau melakukan terapi aktivitas kelompok dibangsal.
Masalah keperawatan: -

XIX. Kebutuhan Persiapan Pulang


9. Makan
klien dapat makan secara mandiri, tanpa bantuan.

10. BAB/BAK
klien dapat BAB dan BAK secara mandiri tanpa bantuan.

11. Mandi
klien dapat mandi secara mandiri tanpa bantuan.

12. Berpakaian/berhias
klien dapat berpakaian dan berhias secara mandiri tanpa bantuan.

13. Istirahat dan tidur


- Tidur siang lama : 13.00 s/d 14.00
- Tidur malam lama : 22.00 s/d 05.00
- Kegiatan sebelum / sesudah tidur: Pengkajian tanggal 9 Maret
2023 shift pagi, jam 06.00 WIB sarapan pagi dan mandi, jam
08.00 WIB senam pagi di bangsal, jam 09.00-11.00 ke ruang
rehabilitasi, Jam 12.00WIB kegiatan makan siang, lalu jam
13.00WIB klien tidur siang.

14. Penggunaan obat


Hari/ Nama Obat Dosis Rute Jam Reaksi Obat
Tanggal dan Pemberian
Satuan
16 juli Risperidone 3x2 mg Oral Per 8 jam Risperidone
2024 merupakan obat
digunakan dalam
terapi skizofrenia
akut dan kronik serta
pada kondisi psikis
lain.
Clozapine 3x 25 mg Oral Per 8 jam Clozapine
merupakan antipsio
k yang
menyeimbangkan
zat alami kimia otak
(neurotransmiter),
seperti dopamin,
histamin, dan
serotonin. Dengan
tercapainya
keseimbangan ini,
gejala skizofrenia
atau psikosis akan
mereda
15. Pemeliharaan Kesehatan
Pada saat dirumah tidak mau minum obat karena merasa bosan.

16. Kegiatan di dalam rumah

Klien mengatakan sering membantu orangtuanya semenjak


menganggur.

17. Kegiatan di luar rumah

klien mengatakan sering olahraga diluar rumah

Masalah Keperawatan : -
XX. Mekanisme Koping
Klien mengikuti olahraga setiap ada kegiatan sparing.

XXI. Masalah Psikososial dan Lingkungan:


1. Masalah dengan dukungan kelompok, spesifik, klien
tidak ada masalah.

2. Masalah berhubungan dengan lingkungan spesifik,


klien mengatakan memang jarang berinteraksi dengan
tetangga

3. Masalah dengan pendidikan

Tidak ada masalah

4. Masalah dengan pekerjaan

Baru saja di phk

5. Masalah dengan perumahan

Tidak ada masalah

6. Masalah ekonomi

Klien hidup Bersama orangtuanya tetapi sekarang tidak ada


pemasukan, karna klien belum lama di phk
7. Masalah dengan pelayanan kesehatan

Tidak ada masalah

Masalah Keperawatan: -
XXII. Pengetahuan Kurang Tentang:
-

Masalah Keperawatan : -

XXIII. Aspek Medik


- Diagnosa Medik : Skizofrenia Paranoid
- Terapi Medik :
Hari/ Nama Obat Dosis Rute Jam Reaksi Obat
Tanggal dan Pemberian
Satuan
16 juli Risperidone 3x2 mg Oral Per 8 jam Risperidone
2024 merupakan obat
digunakan dalam
terapi skizofrenia
akut dan kronik serta
pada kondisi psikis
lain.
Clozapine 3x 25 mg Oral Per 8 jam Clozapine
merupakan antipsio
k yang
menyeimbangkan
zat alami kimia otak
(neurotransmiter),
seperti dopamin,
histamin, dan
serotonin. Dengan
tercapainya
keseimbangan ini,
gejala skizofrenia
atau psikosis akan
mereda

XXIV. Analisa Data


Klien Tn.S di RSJ Yogyakarta
DATA PENYEBAB MASALAH
Tanggal 16 Juli 2024
Pukul 11.00 WIB
DS :
Pasien mengatakan bahwa dia adalah Gangguan persepsi Gangguan
seorang Bupati dan akan mencalonkan sensori pendengaran,
diri sebagai Presiden pada Pemilu gangguan
2024. penglihatan
DO :
Klien kadang bicara sendiri dan sering
mondar-mandir.
Tanggal 16 Juli 2024
Pukul 11.00 WIB
DS:
Pasien mengatakan bahwa dia adalah
seorang Bupati dan akan mencalonkan Faktor Psikodinamik Waham kebesaran
diri sebagai Presiden pada Pemilu
2024.
DO:
Klien tampak Defensif selalu berusaha
mempertahankan pendapat dan
kebenarannya.
Tanggal 16 Juli 2024
Pukul 11.00 WIB
DS:
Klien mengatakan jarang berinteraksi
ketidakmampuan Isolasi sosial
dengan teman sekamar
menjalin hubungan
DO :
yg memuaskan
Klien kadang bicara sendiri, mondar-
mandir, melamun, jarang berinteraksi
dengan teman sekamar.
XXV. DIAGNOSIS KEPERAWATAN
4. Gangguan pendegaran, gangguan penglihatan berhubungan dengan
gangguan persepsi sensori.
5. Waham kebesaran berhubungan dengan Faktor psikodinamik.
6. Isolasi sosial berhubungan dengan ketidakmampuan menjalin hubungan
yg memuaskan
XXVI. INTERVENSI KEPERAWATAN
Klien Ny. S di Ruang Helikonia RSJD Soedjarwadi Klaten

NO HARI/ DIAGNOSA
TUJUAN DAN KRITERIA HASIL TINDAKAN KEPERAWATAN
TANGGAL KEPERAWATAN
1. Senin, Gangguan Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama Manajemen Halusinasi ( I.09288)
pendengaran, 3 x 24 jam diharapkan gangguan persepsi Observasi:
16/07/24
gangguan sensori: Halusinasi pendengaran, halusinasi • Monitor perilaku yang mengidentifikasi
penglihatan b.d penglihatan dapat teratasi dengan kriteria hasil: halusinasi
Gangguan persepsi Persepsi Sensori. • Monitor isi halusinasi
sensori . Ekspektasi : Membaik Terapeutik :
• Pertahankan lingkungan yang aman
Kriteria Hasil A T • Diskusikan perasaan dan respons terhadap
Validasi mendengar bisikan 3 2 halusinasi
Validasi melihat bayangan 3 2 • Hindari perdebatan tentang validasi halusinasi
Perilaku halusinasi 3 2 Edukasi :
Distorsi sensori 3 2 • Anjurkan memonitor sendiri situasi terjadinya
Menarik diri 3 2 halusinasi
Melamun 3 2 • Anjurkan bicara pada orang yang dipercaya
Konsentrasi 4 2 untuk memberi dukungan dan umpan balik
korektif terhadap halusinasi
Keterangan : • Anjurkan melakukan distraksi ( mis.
1. Menurun Mendengarkan musik, melakukan aktivitas dan
2. Cukup menurun teknik relaksasi)
3. Sedang • Ajarkan pasien cara mengontrol halusinasi
4. Cukup meningkat Kolaborasi:
5. Meningkat • Kolaborasi pemberian obat
2. Senin , Waham kebesaran Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 Manajemen waham
16/07/24 berhubungan dengan jam, diharapkan harga diri rendah kronis dapat Observasi:
teratasi dengan kriteria hasil:
Faktor psikodinamik. • Monitor waham yang isinya membahayakan
Status Orientasi.
diri sendiri, orang lain, dan lingkungan
Ekspektasi: Membaik • Pantau efek terapeutik dan efek samping obat
Kriteria Hasil A T Terapeutik
(Awal) (Target)
Verbalisasi waham 3 4 • Bina hubungan interpersonal saling
Perilaku waham 3 4 percaya
Khawatir 3 4 • Sikap tidak bersikap konsisten
Perilaku sesuai realita 3 4 • Diskusikan waham dengan fokus pada
Isimpikir sesuai realita 3 4 perasaan yang diatur waham (“Anda
Proses pikir 3 4 terlihat seperti sedang merasa ketakutan”)
Keterangan: • Hindari sama sekali tentang keyakinan
yang keliru, nyatakan keraguan sesuai
1: Menurun fakta
• Hindari memperkuat gagasan waham
2: Cukup menurun
• Sediakan lingkungan yang aman dan
3: Sedang nyaman
• Berikan aktivitas rekreasi dan berkendara
4: Cukup membaik sesuai kebutuhan
5: Membaik • Lakukan intervensi pengontrolan perilaku
waham (Mis: limit setting, pengungkapan
wilayah, pengekangan fisik, atau seklusi)
Edukasi

• Anjurkan mengungkapkan dan memvalidasi


waham (uji realitas) dengan orang yang
dipercaya (pemberi asuhan/keluarga)
• Anjurkan melakukan rutinitas harian secara
konsisten
• Latih stres manajemen
• Jelaskan tentang waham serta penyakit terkait
(mis: delirium, skizofrenia, atau depresi), cara
mengatasi dan obat yang diberikan
Kolaborasi

Kolaborasi pemberian obat, sesuai indikasi


3 Senin, Isolasi sosial Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 Observasi
jam, diharapkan isolasi social dapat teratarsi dengan
16/07/2024 berhubungan dengan
kriteria hasil : • Identifikasi kemampuan melakukan interaksi
ketidakmampuan Ekspektasi : Meningkat dengan orang lain
Kriteria hasil A T • Identifikasi hambatan melakukan interaksi
menjalin hubungan
(awal) (target) dengan orang lain
yg memuaskan Perasaan nyaman 1 5
Perasaan mudah menerima/ 1 5 Terapeutik
mengkomunikasikan
Responsif pada orang lain 1 5 • Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam
Perasaan tertarik pada orang 1 5 suatu hubungan
lain • Motivasi kesabaran dalam mengembangkan
Kontak mata 1 5 suatu hubungan
• Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru
Keterangan :
1. Menurun dan kegiatan kelompok
• Motivasi berinteraksi di luar lingkungan (mis:
2. Cukup menurun
3. Sedang jalan-jalan, ke toko buku)
• Diskusikan kekuatan dan keterbatasan dalam
4. Cukup meningkat
5. Meningkat berkomunikasi dengan orang lain
• Diskusikan perencanaan kegiatan di masa
depan
• Berikan umpan balik positif dalam perawatan
diri
• Berikan umpan balik positif pada setiap
peningkatan kemampuan

Edukasi

• Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara


bertahap
• Anjurkan ikut serta kegiatan sosial dan
kemasyarakatan
• Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang
lain
• Anjurkan meningkatkan kejujuran diri dan
menghormati hak orang lain
• Anjurkan penggunaan alat bantu (mis:
kacamata dan alat bantu dengar)
• Anjurkan membuat perencanaan kelompok
kecil untuk kegiatan khusus
• Latih bermain peran untuk meningkatkan
keterampilan komunikasi
• Latih mengekspresikan marah dengan tepat

HDHD

Das könnte Ihnen auch gefallen