REKAYASA IDE MATA KULIAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN
“CARA GURU MENYIKAPI PERBEDAAN INDIVIDU DALAM KELAS”
Dosen Pengampu : [Link] Dewi, [Link].
Disusun Oleh :
Nama : Ramona Febiola Simorangkir
Nim : 3233111049
Kelas : B stambuk 2023
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2024
BAB 1
PENDAHULUAN
Dalam proses pembelajaran, guru tidak cukup hanya dengan menyampaikan
materipelajaran saja atau yang biasa disebut dengan transfer ilmu. Karena di dalam pembelajaran
terdapat beberapa aspek penilaian yang harus dilakukan guru terhadap siswanya yaitu aspek
kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotor. Oleh karena itu, demi terwujudnya tujuan belajar
dengan hasil yang optimal, maka guru perlu mengenal karakteristik masing-masing siswa. Kita
akan menjumpai bahwa variasi individual biasanya merupakan hasil interaksi antara pengaruh
keturunan dan pengaruh lingkungan secara bersamaan, yang akhirnya menghasilkan manusia
yang unik. Oleh karena itu sebagai seorang guru hendaknya mampu memahami karakteristik
maupun sifat-sifat dari masing-masing individu atau siswanya. Dengan cara maupun metode
yang khusus dan mengaplikasikannya langsung dalam pembelajaran sehingga mengetahui
perbedaan peserta didiknya dan bagaimana cara untuk mengatasinya dengan cara-cara yang
mudah di tangkap atau di pahami siswa.
Di dalam sebuah lingkungan belajar juga seperti ruang kelas terdapat berbagai macam
karakteristik peserta didik. Sebagian besar orang menganggap di dalam proses pembelajaran
tidak ada perbedaan antara siswa satu dengan siswa yang lainnya. Semua siswa dianggap sama
rata. Siswa diberi materi yang sama, menggunakan bahan ajar yang sama, cara belajar yang
sama, mendapat perlakuan yang sama dari pengajar dan diharapkan mendapat hasil belajar yang
semuanya baik.
Padalah seperti yang diketahui, setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-
beda. Begitu pula dengan siswa, sebagai individu, siswa yang satu dengan yang lainnya memiliki
perbedaan. Perbedaan antar inidividu tersebut nantinya dapat berpengaruh bagaimana proses
belajar akan berlangsung. Guru sebagai seorang pengajar tidak bisa begitu saja menyamaratakan
semua anak didiknya. Untuk mencapai proses pembelajaran yang optimal, seorang guru harus
mengetahui apa saja yang dibutuhkan siswanya dan berusaha membantu memenuhi
kebutuhannya dalam belajar.
Seorang guru sebagai salah satu fasilitator dalam pembelajaran matematika sebaiknya
dapat memastikan setiap anak didiknya mendapatkan apa yang ia butuhkan. Oleh karena itu,
seorang guru dituntut untuk dapat memahami perbedaan-perbedaan individu tiap anak didiknya.
Dengan memahami hal tersebut, diharapkan guru dapat menyediakan upaya-upaya agar setiap
siswa dapat mengikuti proses pembelajaran seefektif mungkin.
Dan juga didalam setiap ruang kelas, kita sering kali membahas perbedaan individu di
antara para siswa. Tidak ada dua siswa yang sama-sama bertahan, baik dari segi kemampuan
akademik, minat, bakat, maupun latar belakang budaya. Sebagai guru, menyikapi perbedaan
individu ini merupakan sebuah tantangan yang memerlukan pendekatan yang bijaksana dan
inklusif. Guru harus mampu memahami bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan potensi yang
berbeda-beda, dan tugas guru adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung
perkembangan setiap individu secara optimal.
BAB 2
ORIGINALITAS DAN KONTEKS SOSIALNYA
A. Originalitas
Originalitas tentang cara guru menyikapi perbedaan individu dalam kelas dapat
dilihat dari beberapa aspek berikut:
Memperlakukan Siswa dengan Adil : Guru harus memperlakukan setiap
siswa dengan adil, tanpa adanya diskriminasi, untuk memungkinkan siswa
berkembang secara optimal di kelas tanpa merasa terbebani.
Memilih Metode Pembelajaran yang Sesuai : Guru harus memahami
karakteristik siswa dan memilih metode pembelajaran yang sesuai untuk
mereka. Menggabungkan berbagai metode pembelajaran untuk satu topik
juga dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik.
Memberikan Perlakuan yang Adil : Guru harus memberikan perlakuan
yang adil kepada semua siswa, mengakui kemampuan yang berbeda-beda,
dan tidak membedakan siswa berdasarkan kemampuan akademik atau
bakat.
Memotivasi Siswa : Guru harus memotivasi siswa dengan mendorong
mereka untuk menggunakan kelebihan atau bakat yang mereka miliki.
Dengan cara ini, siswa yang menghadapi kesulitan dalam interaksi sosial
dapat merasa dihargai atas kontribusi yang mereka berikan.
Interaksi dengan Siswa Secara Baik : Guru harus memahami perbedaan
setiap siswa dan berinteraksi secara positif, menyampaikan pesan dengan
baik tanpa menyakiti perasaan mereka.
Penanganan Perbedaan Kemampuan Siswa : Guru harus melakukan
penanganan terhadap perbedaan kemampuan siswa dengan menggunakan
pembelajaran yang berdasarkan perbedaan individu, memungkinkan
pencapaian hasil belajar yang optimal, meningkatkan efisiensi belajar, dan
minat belajar siswa terhadap mata pelajaran.
Pengarahan dan Bimbingan : Guru sebaiknya memberikan pengarahan dan
bimbingan secara khusus kepada siswa yang belum mencapai standar
ketuntasan dalam belajar, serta memberikan tantangan kepada siswa yang
sudah mencapai standar ketuntasan agar mereka tetap antusias terhadap
materi pengayaan.
Dengan demikian, cara guru menyikapi perbedaan individu dalam kelas yang
melibatkan berbagai strategi yang memungkinkan siswa berkembang secara optimal dan
memahami materi dengan lebih baik.
B. Konteks Sosial
Dalam konteks sosial, guru memiliki peran penting dalam menghadapi dan
menghormati perbedaan individu dalam kelas. Guru tidak hanya berfungsi sebagai
pengajar, tetapi juga sebagai mentor, penasehat, dan agen perubahan yang berkontribusi
pada perkembangan siswa. Guru harus memiliki kemampuan untuk memahami dan
menghormati perbedaan individu siswa, termasuk perbedaan budaya, agama, dan latar
belakang sosial. Guru harus memahami bahwa setiap siswa memiliki keunikan dan
kelebihan yang unik, dan bahwa perbedaan ini dapat menjadi sumber kekuatan dan
inspirasi bagi siswa lain. Oleh karena itu, guru harus berupaya menciptakan lingkungan
belajar yang inklusif dan akomodatif, sehingga siswa dapat merasa nyaman dan
dihormati. Dalam menghadapi perbedaan individu, guru dapat menggunakan berbagai
strategi, seperti:
a. Mendengarkan dan memahami
b. Menghormati perbedaan
c. Membantu siswa beradaptasi
d. Menceritakan kemampuan sosial
e. Mencontohkan kurikulum yang inklusif
Dengan demikian, guru dapat menjadi agen perubahan yang mendorong siswa
untuk terlibat dalam kegiatan sosial, sukarela, dan berkontribusi positif dalam
masyarakat. Guru juga dapat menjadi teladan bagi siswa dalam menghormati dan
menghargai perbedaan individu, serta membantu siswa untuk menjadi pribadi yang
berakal budi dan beriman.
BAB 3
PERANGAT YANG DIBUTUHKAN UNTUK MELAKUKAN INOVASI
Untuk melakukan inovasi mengenai cara guru menyikapi perbedaan individu dalam
kelas, berikut adalah perangkat yang dibutuhkan:
1. Pendekatan dan Strategi Pembelajaran : Guru harus mengembangkan dan
menggunakan berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan
kebutuhan siswa. Misalnya, untuk siswa yang memiliki gaya belajar visual, guru
dapat menggunakan metode pemetaan peta, membaca, dan media, sedangkan
untuk siswa yang memiliki gaya belajar auditori, guru dapat menggunakan
metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan presentasi.
2. Alat dan Media Pembelajaran : Guru harus memiliki alat dan media pembelajaran
yang memadai, seperti kertas manila, untuk memungkinkan siswa berpartisipasi
aktif dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, guru juga harus menggunakan
berbagai media pembelajaran seperti visual, audio, dan interaktif untuk memenuhi
kebutuhan siswa yang berbeda.
3. Kesediaan Guru : Guru harus memiliki kesiapan mental dan kecakapan untuk
melaksanakan berbagai pendekatan dan model pembelajaran. Guru harus mampu
mengatur siswa dengan segala macam perbedaan yang dimilikinya dan memiliki
kemampuan untuk menyelenggarakan evaluasi yang efektif.
4. Komunikasi : Guru harus berkomunikasi dengan siswa secara efektif dan sering
untuk memotivasi siswa dan memastikan mereka aktif dalam proses
pembelajaran. Komunikasi yang baik juga membantu guru dalam
mengidentifikasi perbedaan individu siswa dan mengembangkan strategi yang
sesuai.
5. Evaluasi : Guru harus melakukan evaluasi yang efektif untuk memadukan
kemajuan siswa dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kebutuhan
siswa. Evaluasi juga membantu guru dalam mengidentifikasi perbedaan individu
siswa dan mengembangkan strategi yang sesuai.
6. Suarana dan Prasarana : Guru memerlukan sarana dan prasarana yang memadai,
seperti ruang kelas yang nyaman, peralatan teknologi, dan sumber daya lainnya,
untuk memungkinkan proses pembelajaran yang efektif.
7. Keterlibatan Siswa : Guru harus memungkinkan siswa terlibat aktif dalam
kegiatan pembelajaran, seperti diskusi, tugas, dan proyek, untuk memenuhi
kebutuhan siswa yang berbeda dan meningkatkan partisipasi siswa.
8. Penggunaan Lingkungan : Guru harus menggunakan lingkungan sekitar untuk
kegiatan pembelajaran, seperti praktikum dan kegiatan luar kelas, untuk
memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda dan meningkatkan kesadaran siswa
terhadap lingkungan.
9. Pemberian Kesempatan : Guru harus memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mengemukakan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam proses
pembelajaran. Kesempatan ini membantu guru dalam mengidentifikasi perbedaan
individu siswa dan mengembangkan strategi yang sesuai.
10. Penggunaan Model Pembelajaran : Guru harus menggunakan berbagai model
pembelajaran, seperti model aktif, model kooperatif, dan model inkuiri, untuk
memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda dan meningkatkan partisipasi siswa.
11. Penggunaan Teknologi : Guru harus menggunakan teknologi yang sesuai dengan
kebutuhan siswa, seperti perangkat lunak pembelajaran dan aplikasi, untuk
memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda dan meningkatkan partisipasi siswa.
12. Penggunaan Media Visual : Guru harus menggunakan media visual, seperti
gambar, video, dan animasi, untuk memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda-beda
dan meningkatkan kesadaran siswa terhadap materi pelajaran.
13. Penggunaan Bahan Ajar : Guru harus menggunakan bahan ajar yang sesuai
dengan kebutuhan siswa, seperti buku teks, artikel, dan sumber daya online, untuk
memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda dan meningkatkan partisipasi siswa.
14. Penggunaan Diskusi : Guru harus menggunakan diskusi sebagai salah satu strategi
pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda dan meningkatkan
partisipasi siswa.
15. Penggunaan Tugas : Guru harus memberikan tugas yang sesuai dengan kebutuhan
siswa, seperti tugas individu dan tugas kelompok, untuk memenuhi kebutuhan
siswa yang berbeda dan meningkatkan partisipasi siswa.
Dengan menggunakan perangkat-perangkat ini, guru dapat melakukan inovasi yang
efektif dalam menyikapi perbedaan individu siswa dan meningkatkan kualitas proses
pembelajaran.
BAB 4
IDE TURUNAN DAN KONTEKS SOSIALNYA
A. Peluang Keterwujudan
Menurut saya peluang terwujudnya ide yang saya buat cukup baik agar guru bisa tau cara
menyikapi perbedaan antara individu dalam kelas. Setiap yang telah dijelaskan sebelumnya,
didalam sebuah proses pembelajaran terdapat siswa dengan berbagai perbedaan individual.
Perbedaan itu sangatlah lumrah dan tidak dapat dihindari. Sebagai seorang pengajar yang baik,
guru tidak dapat meniadakan perbedaan perbedaan tersebut dengan menganggap semua siswa
sama. Oleh karena itu dibutuhkan upanya dalam menyikapi perbedaan-perbedaan setiap siswa.
Upaya tersebut dapat berupa cara mengajar yang bervariatif. Untuk menyikapi perbedaan gender
antara siswa laki-laki dan perempuan di kelas hendaknya guru membeikan pengertian bahwa
pembelajaran khususnya matematika tidak hanya diperuntukkan untuk laki-laki saja. Guru
memberikan kesempatan pada siswa perempuan untuk dapat lebih aktif dalam pembelajaran
selain itu membantu siswa yang kurang memahami pelajaran baik itu siswa laki-laki maupun
siswa perempuan.
B. Nilai-Nilai Inovasi
Nilai-nilai inovasi yang terkait dengan cara guru menyikapi perbedaan individu dalam kelas
adalah guru harus memiliki gagasan-gagasan baru yang didasari berbagai pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang diaktualisasikan dalam berbagai tugas pembelajaran. Guru harus
berinovatif dalam mengajar, memanfaatkan teknologi, dan membangun sistem pembelajaran
yang lebih efektif dan efisien. Guru harus mampu menemukan ide-ide atau gagasan baru tentang
metode, media, dan suasana pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik dan
menyenangkan. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran dimana peserta didik
membangun sendiri pengetahuanya, mengutamakan perkembangan peserta didik sebagai acuan
utama, dan mewujudkan profil pelajar Pancasila bagi peserta didiknya.
Dalam proses pembelajaran, guru harus berinovatif dan memiliki gagasan-gagasan baru yang
didasari berbagai pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang diaktualisasikan dalam berbagai
tugas pembelajaran. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada peserta
didik, membangun sistem pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, dan mewujudkan profil
pelajar Pancasila bagi peserta didiknya. Guru harus mampu menemukan ide-ide atau gagasan
baru tentang metode, media, dan suasana pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik dan
menyenangkan. Guru harus mampu menghadirkan pembelajaran dimana peserta didik
membangun sendiri pengetahuanya, mengutamakan perkembangan peserta didik sebagai acuan
utama, dan mewujudkan profil pelajar Pancasila bagi peserta didiknya.
C. Perkiraan Dampak
Materi cara guru menyikapi perbedaan individu dalam kelas memiliki dampak yang signifikan
pada proses pembelajaran. Guru yang efektif dalam menangani perbedaan individu dapat
meningkatkan partisipasi siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta
meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya berinteraksi dengan lingkungan dan siswa
lainnya. Guru yang menggunakan model pembelajaran yang interaktif dan memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berpikir sendiri dapat membantu siswa mengembangkan strategi
untuk mendapatkan dan menganalisis informasi. Guru juga harus mampu memberikan
bimbingan dan evaluasi yang tepat untuk membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan
mereka sendiri.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Guru dapat menyikapi perbedaan individu dalam kelas dengan cara memahami
dan menghormati setiap individu sebagai bagian terkecil dari masyarakat yang memiliki
ciri-ciri unik. Guru dapat memahami bahwa setiap individu memiliki kebutuhan,
keinginan, dan minat yang berbeda, serta memiliki peran yang berbeda dalam
masyarakat. Guru dapat mengembangkan strategi pengajaran yang mempertimbangkan
perbedaan individu, seperti dengan menggunakan berbagai metode belajar, memberikan
kesempatan untuk berpartisipasi secara aktif, dan memperhatikan perbedaan bakat dan
kemampuan [Link] juga dapat memahami bahwa individu memiliki aspek psikis
rohani, sosial, dan jiwa raga yang saling berkaitan dan berdampak pada perilaku individu.
Guru dapat memahami bahwa individu memiliki ciri-ciri unik seperti memiliki akal,
pikiran, hasrat, dan keinginan, serta memiliki keahlian bertahan hidup dan mencapai
kepuasan.
B. Saran
Saran mengenai cara guru menyikapi perbedaan individu dalam kelas adalah sebagai
berikut adalah guru harus memahami bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan
dan kecepatan belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan
kemampuan peserta didik dan memberikan dukungan yang sesuai.
DAFTAR PUSTAKA
Cyintia Riswanti, S. H. (2020). Perbedaan Individu dalam Lingkup Pendidikan. Pendidikan dan
Dakwah, 2, 97-108.
Dalila Turhusna, S. S. (2020). PERBEDAAN INDIVIDU DALAM PROSES
PEMBELAJARAN. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2, 28-42.