PELATIHAN PROTOTIPE MEBEL ROTAN

Andar Bagus & Deny Willy

Pelaksanaan pelatihan pembuatan prototipe pelatihan dilaksanakan selama 7 hari dengan beberapa persiapan beberapa hari sebelum pelaksanaan. Kegiatan dilaksanakan dengan sistem pembagian group berjumlah 9 group yang masing-masing diketuai oleh peserta pelatihan desain angkatan pertama dan kedua. Pada pelatihan pembuatan prototipe, peserta banyak terlibat dalam diskusi pengambilan keputusan-keputusan desain (kasus: symbolic domain, conventionality dan the happy accident) secara langsung di lapangan dengan metode co-creation. (Pelatihan Pengembangan Desain telah dilakukan satu bulan sebelumnya selama 9 hari)

Berbagai hambatan banyak ditemui selama proses pembuatan prototipe namun pada akhirnya dapat diselesaikan sesuai target terdiri dari 9 items produk, yang beberapa dapat disusun sebagai 1 set. Setelah melalui beberapa masukan dari instruktur. Evaluasi dari pihak pengusaha adalah: hasil atau sampel pelatihan dan kerja tukang sudah pada tingkat middle level, artinya produk dapat bersaing di pasar middle-up.




DESIGN TRAINING FOR RURAL INDUSTRY IN INDONESIA

Beberapa pelatihan pengembangan produk kerajinan di daerah.

Design Training for Rural Industry in Indonesia

DESAIN PRODUK KERAJINAN DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK DENGAN CETAK INJEKSI

Oleh Deny Willy

Volume sampah non-organik cenderung terus bertambah, mulai dari botol plastik, kantong kresek, kemasan plastik, dls, bahkan  sempat dirilis bahwa salah satu produsen mi instan lokal menghasilkan 11 milyar sampah kemasan dalam setahun. Di Bandung sendiri, diperkirakan dalam sehari terdapat 35 ton sampah plastik atau sama dengan 1.750.000 kantong kresek yang masing-masing berukuran 3.000 cm2.

Di perkampungan di kota besar di Indonesia, kita dapat dengan mudah menemukan industri kecil pengolah limbah plastik menjadi cacahan plastik yang kemudian disuplai untuk diolah kembali menjadi pelet sebagai bahan baku utama bagi indutri pemrosesan plastik daur ulang seperti kantong kresek, dls. Beberapa tahun terakhir, ketika krisis minyak dunia terjadi, ternyata berdampak pula terhadap industri kecil pengolah limbah plastik, dimana harga bahan baku plastik baru, nyaris sama dengan bahan baku plastik bekas. Dilatarbelakangi oleh hal ini kemudian dilaksanakan riset pengembangan produk melalui pemanfaatan pengolahan limbah plastik menjadi karya produk yang diharapkan memiliki nilai tambah. Kegiatan dilaksanakan oleh Pusat Penelitian FSRD ITB, Yayasan Apikayu dan salah satu industri pengolah limbah plastik di daerah Bandung Selatan, sebagai beneficiary dari kegiatan ini.

Penelitian dilakukan dengan memotong rantai produksi sampah plastik-gilingan-flakes-pasta-bijih plastik/pellet sebelum dicacah menjadi bijih plastik/pellet sehingga pasta dicetak melalui extrusion molding menjadi untaian plastik dengan diameter +/- 3mm yang siap dianyam. Pemrosesan material termoplastik dilakukan dengan melelehkan material melalui pemanasan yang diinjeksikan oleh screw ke dalam cetakan dies yang kemudian didinginkan oleh air dimana material tersebut akan menjadi dingin dan mengeras ketika ditarik oleh puller dengan profil nozzle bervariasi seperti pada penampang pada bahan-bahan helai anyaman rotan, yang lazim disebut dengan lasio/peel, pitrit dan juga jenis profil lainnya, sehingga dapat dihasilkan berbagai tipe helai anyaman seperti pada bambu ataupun rotan.

Melalui kegiatan ini diharapkan, industri kecil sebagai beneficiary dari kegiatan melanjutkannya hingga tahap komersialisasinya, saat ini harga plastik olahan daur ulang sangat fluktuatif dan cenderung menyamai harga bahan baku plastik baru, sehinga potensi pengembangan dari riset awal ini layak untuk dikembangkan, dengan potensi pengembangan produk menjadi produk-produk aksesoris interior yang memiliki nilai tambah berlipat ganda dari sekedar harga bahan baku plastik daur ulang (flakes atau pellet).

Limbah Plastik dicuci dan dicacah menjadi flakes.

Proses pulling dan extrusion molding dgn modifikasi nozzle, bak pendingin, dinamo penjaga gerak konstan.

Versi awal hasil injeksi mold, hasil belum stabil dan iregular.



Prototipe produk dengan material olahan limbah plastik.